Aksi Ciamik Pereli Kalsel di Kejurnas Danau Toba Rally 2022, Rifat Sungkar Tercecer IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Liburland Festival di Banjarbaru, Isyana Sarasvati Pikat Ribuan Pengunjung Breaking! Toko Pecah Belah di Palangka Raya Terbakar Aksi Dugaan Perampasan, 3 Polisi Kalsel Berhadapan dengan Propam
agustus

Tunggu Alat Keamanan, Operasional Kapal Wisata ‘Raja Bagdad’ Amuntai Dihentikan Sementara

- Apahabar.com     Rabu, 20 Juli 2022 - 19:03 WITA

Tunggu Alat Keamanan, Operasional Kapal Wisata ‘Raja Bagdad’ Amuntai Dihentikan Sementara

Jajaran Satpolairud Polres HSU saat melakukan pengecekan di Kapal Wisata "Raja Bagdad". Foto - Satpolairud Polres HSU

apahabar.com, AMUNTAI – Setelah mendapat sorotan dari berbagai pihak, akhirnya operasional Kapal Wisata ‘Raja Bagdad’ dihentikan sementara.

Penghentian sementara operasional kapal untuk susur sungai sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini dilakukan langsung pihak pengelolanya.

Penghentian dilakukan beberapa hari ke depan untuk perbaikan sambil menunggu alat keamanan bagi para penumpang.

“Sementara dari nahkoda dan pengelola kapal menghentikan operasionalnya dua sampai tiga hari karena masih adanya perbaikan dan menunggu alat keamanan bagi para penumpang,” kata Kapolres HSU AKBP M Isharyadi Fitriawan melalui Kasat Polairud, Iptu Budi Aji didampingi PS Kanit Gakkum Aiptu Purbo Caroko, Rabu (20/7).

Selain menunggu alat keamanan untuk penumpang seperti baju pelampung, pengelola juga masih menunggu kelengkapan surat-surat kapal.

“Jika semuanya kelengkapannya terpenuhi maka Kapal Wisata Raja Bagdad bisa dioperasionalkan kembali,” kata Purbo.

Sementara terkait perizinannya, pengelola kapal sudah mengurusnya.

“Untuk perizinan dari informasi yang kami terima dari pemilik kapal dan Dinas Perhubungan HSU sudah diurus,” tutup Purbo.

Sebelumnya, Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten HSU, H Hamdani telah melayangkan surat kepada pengelola kapal, kemarin (18/7).

“Kami telah menyurati pengelola kapal wisata ini untuk memerhatikan kelengkapan berlayar,’ jelasnya dihubungi apahabar.com, Selasa (19/7).

Raja Bagdad merupakan kapal bekas pencari pasir berkapasitas maksimal 100 penumpang. Belakangan terungkap, jika kapal ini belum mengantongi sederet izin.

Karenanya selain pelampung, Hamdani meminta pengelola agar melengkapi surat kecakapan kapal (SKK), izin usaha, izin angkutan, izin trayek, izin persetujuan pengoperasian kapal, pas kapal dan sertifikat kapal.

“Selain itu jumlah penumpang harus sesuai dengan ketentuan dengan batas lampung timbul,” pungkas H Hamdani.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Puting Beliung Handil Cempaka

Hot Borneo

Gerak Cepat Polres Kapuas Bantu Korban Terdampak Puting Beliung Handil Cempaka
Ruko lantai dua di Banjarbaru terbakar

Hot Borneo

Ruko Dua Lantai di Banjarbaru Hangus Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp250 Juta
kebakan cempaka

Hot Borneo

Saat Jumatan, Rumah Warga Dekat Pasar Cempaka Banjarbaru Hangus Dilalap Api
Duel Berdarah Bakarangan

Hot Borneo

Geger Duel Berdarah di Parigi Tapin, Lengan Pemuda Banua Padang Putus!
Tanah Laut

Hot Borneo

Gegara Solar Ratusan Nelayan Tabanio Geruduk DPRD Tala
Juru Parkir Banjarbaru

Hot Borneo

Terganggu Suara Bising Motor, Juru Parkir Banjarbaru Pukuli Pengendara
Dosis Keempat

Hot Borneo

Update Capaian Vaksinasi Covid-19 Kalsel: Dosis Keempat Baru 0,03 Persen!
Pekerja Buruh Banua

Hot Borneo

Unjuk Rasa di DPRD Kalsel, Buruh Ancam Keluar dari BPJS Ketenagakerjaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com