Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Vaksin Booster Segera Jadi Syarat Perjalanan, Dilema Ratusan Ribu Warga Banjarmasin

- Apahabar.com     Selasa, 5 Juli 2022 - 12:49 WITA

Vaksin Booster Segera Jadi Syarat Perjalanan, Dilema Ratusan Ribu Warga Banjarmasin

Ilustrasi vaksin Booster. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Vaksin booster bakal jadi saran masul mall dan perjalanan. Syarat itu bakal jadi dilema ratusan warga Banjarmasin. Alasannya?

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, capaian vaksinasi booster 118.910 warga. Jumlah tersebut hanya 23,04 persen dari total sasaran 516.066 warga yang divaksin booster.

Artinya, mobilitas 397.156 warga terganggu, jika kebijakan dilaksanakan 2 minggu dari sekarang.

“Kita tunggu Instruksi dan tindaklanjutnya melalui Inmendagri,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Muhammad Ramadan.

Disebutkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan penerapan kebijakan baru dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah. Luhut menyebutkan, berdasarkan data PeduliLindungi, dari rata-rata orang masuk mal per hari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster.

Vaksin booster ini nantinya akan menjadi syarat perjalanan hingga masuk ke berbagai tempat umum. Sentra vaksinasi juga disebut akan kembali dibuat berada di berbagai tempat.

“Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” ungkap Luhut.

Luhut menyebut pemerintah juga telah meminta TNI, Polri, serta pemerintah daerah kembali mendorong kebijakan vaksinasi dan tracing. Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus secara meluas sekaligus mempersiapkan langkah mitigasi.

“Pemerintah hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa-Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan. Semua akan mengikuti hasil evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden secara berkala,” tuturnya.

“Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi lengkap sampai booster untuk dapat segera mendatangi gerai-gerai vaksinasi yang sudah ada, demi kebaikan kita bersama dalam menghadapi pandemi dan pemulihan ekonomi yang masih berjalan saat ini,” sambungnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Hot Borneo

Banjarbakula & 3 Kabupaten di Kalsel Waspada Hujan Petir-Angin Kencang

Hot Borneo

Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Anjir Muara Batola, Ternyata Warga Alalak
Mardani H Maming

Hot Borneo

Dicegah ke Luar Negeri, Mardani H Maming: Kini Giliran Saya Dikriminalisasi!
Umat Hindu Dayak

Hot Borneo

Umat Hindu Dayak Kotabaru Bersyukur Terima Bantuan Hibah dari Kemenag Rp10 Juta
Pasar Batuah

Hot Borneo

Polemik Revitalisasi Batuah Banjarmasin, Anggaran Rp 3,5 M Terancam Melayang
Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama, bersama jajarannya saat mendatangi kediaman RB. Foto - Humas Polres Tabalong. Foto - Istimewa

Hot Borneo

Ganggu Kamtibmas di Wisata Religi Syekh Nafis, Warga Takulat Kelua Diamankan ke Polres Tabalong
Viral! Usai Diduga Tabrak Orang Sampai Meninggal, Perempuan Ini Malah Bikin Instagram Story di Ambulans. Foto-Istimewa

Hot Borneo

Viral! Usai Diduga Tabrak Orang Sampai Meninggal, Perempuan Ini Malah Bikin Instagram Story di Ambulans
Ayah Rudapaksa Anak Kandung

Hot Borneo

Tega, Ayah di Samarinda Rudapaksa Anak Kandungnya Puluhan Kali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com