Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Viralnya Kapal ‘Raja Bagdad’ Amuntai: Berlayar Dulu, Izin Kemudian

Belakangan terungkap, jika kapal bekas pencari pasir ini belum mengantongi sederet izin.
- Apahabar.com     Selasa, 19 Juli 2022 - 23:09 WITA

Viralnya Kapal ‘Raja Bagdad’ Amuntai: Berlayar Dulu, Izin Kemudian

Plt Bupati HSU H Husairi Abdi bersama pejabat Forkopimda saat menikmati Kapal Wisata Susur Sungai 'Raja Baghdad' pada peluncurannya di Kota Amuntai, Kamis (14/7). Foto: Antara

apahabar.com, AMUNTAI – Viralnya ‘Raja Bagdad’ diatensi banyak pihak. Kelaikan kapal wisata susur sungai Siring Itik (HSU) tersebut jadi persoalan. Belakangan Dinas Perhubungan setempat ikut merespons.

Viral di media sosial, makin hari warga kian berbondong-bondong ingin mencoba menaiki kapal yang beroperasi dari Siring Itik ke Alabio. Pasalnya cukup dengan Rp10 ribu, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan rawa khas Kota Raja.

Sayangnya, sampai malam ini kapal yang menjadi destinasi andalan wisata baru HSU tersebut belum dilengkapi life jacket atau baju pelampung yang memadai. Pengelola baru mengandalkan ban bekas sebagai pelampung, jumlahnya pun masih hitungan jari.

Mitigasi risiko jadi persoalan lain. Sungai yang dilewati kapal Raja Bagdad memang terlihat tenang di permukaan, tapi tidak pada arus bawahnya. Berkaca dari kasus sebelumnya, tak sedikit warga yang tenggelam berakhir fatal.

Tak cuma ukuran bodi kapal yang terlalu besar mengganggu pengguna sungai lain. Terbaru, pemilik Raja Bagdad harus ganti rugi jutaan rupiah ke pengelola kafe Sixdgres karena buritannya menyenggol bagian belakang kafe tepi sungai tersebut.

Keamanan Kapal Raja Bagdad Amuntai Tuai Sorotan, “Jangan Tunggu Insiden”

Lantas, apa solusi dari Pemkab Hulu Sungai Utara atau HSU?  Teranyar, sembari menunggu pesanan baju pelampung datang, pengelola telah meminjam dari BPBD HSU. Sebanyak 10 life jacket.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten HSU, H Hamdani telah melayangkan surat kepada pengelola kapal, kemarin (18/7).

“Kami telah menyurati pengelola kapal wisata ini untuk memerhatikan kelengkapan berlayar,” jelasnya dihubungi apahabar.com, Selasa (19/7).

Raja Bagdad merupakan kapal bekas pencari pasir berkapasitas maksimal 100 penumpang. Belakangan terungkap, jika kapal ini belum mengantongi sederet izin.

Karenanya selain pelampung, Hamdani meminta pengelola agar melengkapi surat kecakapan kapal (SKK), izin usaha, izin angkutan, izin trayek, izin persetujuan pengoperasian kapal, pas kapal dan sertifikat kapal.

“Selain itu jumlah penumpang harus sesuai dengan ketentuan dengan batas lampung timbul,” pungkas H Hamdani.

View this post on Instagram

A post shared by apahabar.com (@apahabar)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ma'ruf Amin

Hot Borneo

Breaking! Wapres Ma’ruf Amin Tiba di Murjani Banjarbaru
Link Live Streaming Haul Guru Zuhdi ke-2 di Masjid Ar Raudhah Sungai Andai-Banjarmasin. Foto-Istimewa

Hot Borneo

Link Live Streaming Haul Guru Zuhdi ke-2 di Masjid Ar Raudhah Sungai Andai-Banjarmasin

Hot Borneo

Kasus Manusia Gurun Rektor ITK di Balikpapan, Saksi dan Pelapor Diperiksa
Nakes Banjarmasin

Hot Borneo

Kabar Gaji Nakes di Banjarmasin: Telat Lagi, Gigit Jari Lagi

Hot Borneo

Jelang Iduladha di Banjarbaru, Ratusan Hewan Sudah Divaksin PMK
Curi Besi Bekas PT SIS Tabalong

Hot Borneo

Curi Besi Bekas Perusahaan, 3 Karyawan PT SIS Tabalong Ditangkap Petugas Gabungan
Selokan Semayap Kotabaru

Hot Borneo

Warga Semayap Kotabaru Keluhkan Aroma Menyengat Muncul dari Selokan
Harga Jagung Pakan Naik Gunung Makmur

Hot Borneo

Harga Jagung Pakan Naik, Petani di Gunung Makmur Tanah Laut Tersenyum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com