Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

60 SMK di Kalsel Tak Tercatat Dalam Kurikulum Merdeka, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski berlaku sejak tahun ajaran 2022/2023, belum semua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan tercatat menerapkan Kurikulum Merdeka.
- Apahabar.com     Senin, 29 Agustus 2022 - 21:06 WITA

60 SMK di Kalsel Tak Tercatat Dalam Kurikulum Merdeka, Ternyata Ini Penyebabnya

Dari sekian SMK di Kalimantan Selatan, SMKN 3 Banjarmasin sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Berbagi. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Meski berlaku sejak tahun ajaran 2022/2023, belum semua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan tercatat menerapkan Kurikulum Merdeka.

Sebagaimana diketahui Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek sejak Februari 2022. Ini merupakan salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Akan tetapi di Kalsel, 60 dari 127 SMK di Kalsel tercatat belum terdaftar menerapkan Kurikulum Merdeka. Sedangkan 67 SMK lain sudah menaati aturan dan dibuktikan dengan surat keputusan.

“Memang terdapat 60 SMK yang tak terdaftar menerapkan Kurikulum Merdeka. Penyebabnya mereka tidak meregistrasikan diri, ketika pendaftaran dibuka,” sahut Kabid Bina SMK Disdikbud Kalsel, Syamsuri, Senin (29/8).

“Namun demikian, 60 SMK tersebut sejatinya tetap menerapkan Kurikulum Merdeka. Bedanya mereka hanya tidak resmi terdaftar dan memperoleh surat keputusan,” imbuhnya.

Diyakini penyebab keterlambatan registrasi itu adalah keragu-raguan. Namun setelah dikulik perlahan, mereka mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.

“SMK yang tidak terdaftar, dipersilakan tetap menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Namun secara administrasi, mereka belum terdaftar,” papar Syamsuri.

“Imbasnya ijazah, penilaian dan ujian akan berbeda dengan SMK yang mengantongi surat keputusan Merdeka Belajar. Penyebabnya dokumen mereka masih Kurikulum 2013,” imbuhnya.

Diharapkan 60 SMK tersebut segera mendaftarkan diri, ketika pendaftaran Kurikulum Merdeka dibuka Kemendikbudristek.

Berdasarkan data Disdikbud Kalsel tentang penerapan Kurikulum Merdeka, 39 SMK terdaftar mengimplementasikan Mandiri Belajar, kemudian Mandiri Berubah 11 SMK, serta 16 SMK Pusat Keunggulan.

“Untuk implementasi Merdeka Berbagi, baru diterapkan di SMKN 3 Banjarmasin. Sisanya 60 SMK masih belum memiliki surat keputusan Kurikulum Merdeka,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bendum PB NU, Mardani H Maming

Hot Borneo

Dukungan Moril Terus Bertambah, Mardani H Maming Undang Aktivis untuk Sampaikan Rasa Terimakasih dan Berharap Kebaikan Bagi Banua

Hot Borneo

Berbagi Jelang Berbuka Puasa, Kapolresta Banjarmasin: Saya Senang Melihat Senyum Bahagia Mereka 
MURI

Hot Borneo

Harjad ke-496, Pelajar di Banjarmasin Bakal Cetak Rekor MURI
Bandara Syamsudin Noor

Hot Borneo

Bandara Internasional Syamsudin Noor Terpaksa Tambah Penerbangan
Penyesuaian Tarif Angkutan AKDP Kalsel

Hot Borneo

Dear Penumpang Angkutan AKDP Kalsel, Ada Kenaikan Tarif Rp10 ribu
3 Hakim PN Palangka Raya Dinonaktifkan

Hot Borneo

Tuntutan Aliansi Masyarakat Kalteng Dikabulkan, 3 Hakim PN Palangka Raya Dinonaktifkan!
Pasar Batuah

Hot Borneo

Jelang Penggusuran Pasar Batuah, Warga Kumandangkan Selawat dan Tahlil
Ineks

Hot Borneo

Simpan Ekstasi, Wanita Muda di Tilahan Diringkus Tim Gabungan Polres HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com