Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Amerika, Jepang dan India Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19, Bagaimana di Indonesia?

- Apahabar.com     Sabtu, 27 Agustus 2022 - 09:11 WITA

Amerika, Jepang dan India Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19, Bagaimana di Indonesia?

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto: Resti/apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan setidaknya terdapat 3 negara yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 yaitu Jepang, Amerika Serikat dan India, namun temuan kasus di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan ketiga negara tersebut.

Wiku memaparkan bahwa Jepang mengalami kenaikan kasus total positif mingguan per 21 Agustus mencapai lebih dari 1,5 juta kenaikan kasus dalam satu minggu. Kemudian Amerika Serikat juga melonjak kasus nya menjadi hampir 600 ribu kasus per minggu dan India sebesar 80 ribu kasus per minggu.

“Indonesia lebih rendah kasus mingguannya yaitu 32 ribu kasus dalam satu minggu, namun ini artinya Indonesia juga perlu waspada karena meningkatnya kasus di negara lain penting menjadi pengingat bahwa Covid-19 masih ada dan masih menjadi ancaman di dunia,” jelas Wiku melalui siaran daring, Jumat (26/8)

Di Jepang kenaikan terjadi akibat dominasi varian BA.5 pada kasus positif di sana,. Selain itu, protokol kesehatan di Jepang dapat dikatakan tidak selonggar negara lainnya, di mana melepas masker di tempat umum diperbolehkan asalkan menjaga jarak aman antar 1 orang dengan orang lain minimal 2 meter.

“Di Amerika Serikat kenaikan juga terjadi akibat adanya varian BA4.6 yang mendominasi kasus baru di sana dan ditambah sejak lama Amerika Serikat sudah melonggarkan pelaksanaan protokol kesehatan termasuk memakai masker dan menjaga jarak,” terang Wiku.

Lalu kenaikan kasus di India juga terjadi, kata Wiku, diakibatkan adanya varian BA2.75 yang didorong dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah melonggar. Selain itu, juga ditandai sudah tidak wajibnya masyarakat memakai masker di tempat umum.

Meski begitu, dengan terjadinya lonjakan kasus positif di India membuat negara tersebut perlu melakukan penerapan kembali kewajiban penggunaan masker di tempat umum, disertai pemberian sanksi bagi warga yang melanggar.

Wiku menambahkan bahwa di bulan Juli lalu, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa varian BA.4 dan BA.5 telah mendominasi sub varian pada kasus-kasus di Indonesia. Karena itu, Wiku mengingatkan agar perlu mempersiapkan diri meskipun kasus di Indonesia sedang mengalami penurunan. Sebab, tidak menutup kemungkinan lonjakan kasus akan kembali terjadi.

“Persiapan dari sisi tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan tempat isolasi terpusat mekanisme monitoring kasus dan pengetatan kedisiplinan protokol kesehatan serta evaluasi kebijakan secara berkala menjadi kunci keberhasilan kita untuk menghadapi ancaman lonjakan kasus di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter: Resti

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemilu

News

Kabar Penundaan Pemilu, KPU Tala Tetap Fokus Penyelenggaraan 2024
Partai Mahasiswa Indonesia

News

Partai Mahasiswa Ternyata Perubahan dari Partai Kristen Indonesia 45

News

Cegah Emisi Karbon, Generasi Z Lebih Menyukai Produk Ramah Lingkungan

News

Punya Nilai 500 Triliun, Pemerintah RI Masih Sulit Ekspor Sarang Walet

News

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Jubir Covid-19 Imbau Gencarkan Vaksin Dosis Ketiga
Batu Bara Kalsel

News

Realisasi Investasi Kalsel Lampaui Target Nasional, Banjarmasin Termoncer
truk rem blong

News

Berkaca pada Kecelakaan Maut Truk di Bekasi, Pakar Beberkan Cara Mencegah Rem Blong

News

Menjelang Hari Terakhir, 9 Parpol Belum Mendaftar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com