Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Antisipasi Ancaman Infeksi Global, PB IDI Bentuk Satgas Monkeypox

- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 13:16 WITA

Antisipasi Ancaman Infeksi Global, PB IDI Bentuk Satgas Monkeypox

apahabar.com, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Monkeypox per Agustus 2022. Hal ini sebagai respons atas penetapan status darurat untuk infeksi Monkeypox atau Cacar Monyet oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami dari Satgas Monkeypox PB IDI akan membantu dan selalu berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan terkait info, kemudian hal-hal yang terjadi di lapangan,” ujar Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, Hanny Nilasari, dalam briefing media mengenai Cacar Monyet, Selasa (2/8/2022).

Hanny menyebut Satgas Monkeypox juga bakal bekerja sama dengan sejumlah organisasi profesi kedokteran. Nantinya, akan dibentuk divisi-divisi kecil dengan fokus penugasan yang berbeda.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin itu mencontohkan, Divisi Penelitian akan dibentuk untuk mengelaborasikan data-data yang ada. Data tersebut nantinya bakal diinformasikan kepada Kementerian Kesehatan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kemudian, akan ada Divisi Kajian yang bertugas membuat rekomendasi dan buku panduan, baik untuk masyarakat umum maupun tenaga kesehatan,” beber Hanny.

Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya bakal membentuk Divisi Pemantauan dan Pengendalian, di mana akan diisi oleh berbagai macam organisasi profesi kedokteran. Serta, Divisi Publikasi dan Edukasi yang bertugas menyebarluaskan informasi agar masyarakat tetap aware terhadap Monkeypox.

Sebelumnya, WHO menetapkan Monkeypox sebagai ancaman infeksi global, usai mendapat laporan kasus penyakit tersebut terjadi di negara non-endemis, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, pada awal Mei 2022.

Hingga akhir Juli 2022, organisasi itu telah menerima laporan Monkeypox dari 76 negara dengan total kasus konfirmasi mencapai 22.485 kasus di seluruh dunia, di mana 22.141 di antaranya terjadi di negara non-endemis.

Amerika Serikat menjadi negara dengan angka kasus Monkeypox tertinggi, yakni mencapai 4.906 kasus. Sedangkan, di Indonesia sendiri, sampai saat ini belum terdapat kasus konfirmasi infeksi virus tersebut. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Emirsyah Tersangka Korupsi Garuda, Erick Thohir: Bersih-Bersih BUMN

News

Jemaah Calon Haji Indonesia Meninggal Dunia di Tanah Suci Bertambah
Bulutangkis

News

Fajar/Rian Menang, Pastikan All Indonesian Semifinal Singapore Open 2022
Perusahaan Listrik

News

Disnakertrans Kalsel: Tak Bayar THR, Siap-Siap Sanksi
Pembunuh Trikora Banjarbaru

News

Blak-blakan Pembunuh Brutal Trikora Banjarbaru: Kesal Ditantang “Besodokan” dalam Sarung

News

Diprediksi Menguntungkan, Pertamina Dukung Pengembangan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik

News

Sebut 3 Kasus Megakorupsi, Jokowi Tegaskan Pemberantasan Korupsi jadi Prioritas Utama  
Sri Mulyani

News

Sri Mulyani: Kalau Tidak Subsidi, Harga BBM Naik 2 Kali Lipat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com