[ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Benang Bintik, Batik Khas Kalteng Menjelajah Pelosok Nusantara

Siapa sangka Benang Bintik, sebutan batik khas Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng), mampu menjelajah pelosok Nusantara.
- Apahabar.com     Kamis, 4 Agustus 2022 - 19:38 WITA

Benang Bintik, Batik Khas Kalteng Menjelajah Pelosok Nusantara

Suasana stand batik khas Kalteng di Pameran Pesona Tambun Bungai 2022. Foto-apahabar/Andre

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Siapa sangka Benang Bintik, sebutan batik khas Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng), mampu menjelajah pelosok Nusantara.

Batik dengan corak dan warna kental budaya Dayak ini ternyata cukup diminati.

Artinya, tidak kalah bersaing dengan batik khas Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

Misalnya “Batik Mata Andau” milik Yoga Rustaman.

Ia memproduksi batik jenis tulis dan cetak.

Kepada apahabar.com, Yoga mengaku jika kain batik yang diproduksinya sejak 2017 ini telah merambah hingga ke Merauke.

Harganya pun bervariasi sesuai bentuk dan motif. Dari Rp250 ribu sampai Rp2,2 juta.

“Kalau batik hasil olahan manual tentu lebih mahal, sedangkan jenis cap atau cetak cukup terjangkau dan jelas motifnya sangat eksklusif alias tidak pasaran,” ucap Yoga saat ditemui di Pameran Pesona Tambun Bungai 2022 di Kompleks KONI Kalteng, Kamis (4/8) sore.

Menurutnya, setiap orang memiliki khas masing-masing dalam membatik, dari teknik hingga bahan yang digunakan.

“Kalau produk kami banyak dipesan untuk dijadikan seragam sekolah, bahkan seragam kerja kantoran,” katanya.

Meski begitu, perjuangannya merintis usaha batik khas Dayak ini tak semudah membalikkan telapak tangan.

Halang rintang dan jatuh bangun pernah dirasakannya. Terlebih kala badai Covid-19 melanda.

Beruntung, ia bersama istri mampu melewatinya.

Kini, ia mendapat dukungan dari Bank Indonesia dalam hal pemasaran.

Mengingat, sejauh ini ia hanya bertumpu pada media sosial.

“Saat ini, kami masih terkendala SDM dan SDA dalam memproduksi kain batik khas Kalteng, sehingga harus berkolaborasi dengan mereka yang ada di pulau Jawa.”

“Semoga ke depan Batik Mata Andau ini semakin diminati masyarakat dan mewarnai perbatikan yang ada di Kalteng,” tandasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

operasi pasar minyak goreng kotabaru

Hot Borneo

Duh, Masih Ada Distributor Minyak Goreng ‘Nakal’ di Kotabaru
Briptu Hasbudi

Hot Borneo

PPATK Ungkap Aliran Dana Polisi Bos Tambang Emas Kalimantan
Pasar Tabalong

Hot Borneo

Harapkan Harga Stabil, Pedagang Pasar Tanjung: Kalau Naik Masyarakat Enggan Berbelanja
Judi adat

Hot Borneo

Fakta Baru Duel Maut di Arena Judi Datarlaga HST
Disarpustaka Kapuas

Hot Borneo

Disarpustaka Kapuas Terima Kunjungan Wakil Rakyat HSS dan Balangan

Hot Borneo

Brakkk! BPK Selip-Tabrak Aerox di Banjarmasin Selatan, Satu Tewas

Hot Borneo

Puluhan Botol Arak Bali Disita Polres Banjarbaru dari Kontrakan di Loktabat Selatan
Gizi Buruk HST

Hot Borneo

Tugas Berat, Seribu Balita di Hulu Sungai Tengah Alami Gizi Buruk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com