Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Benarkah Homoseksual Rentan Terjangkit Monkeypox? Begini Penjelasan Dokter

- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 14:57 WITA

Benarkah Homoseksual Rentan Terjangkit Monkeypox? Begini Penjelasan Dokter

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kelompok penyuka sesama jenis mendominasi lonjakan kasus Cacar Monyet atau Monkeypox. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Monkeypox PB IDI, Hanny Nilasari, menegaskan infeksi itu bukan termasuk penyakit menular seksual.

“Secara teori, dilaporkan bahwa penularannya bukan hanya karena kontak seksual,” kata dia, dalam acara briefing media mengenai Cacar Monyet yang digelar PB IDI, Selasa (2/8/2022).

Hanny menjelaskan penularan infeksi Monkeypox terjadi melalui kontak erat. Kontak tersebut berupa dari kulit ke kulit, kulit ke mukosa, atau mukosa ke mukosa, seperti mulut, daerah anus, dan mata.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Pehimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Prasetyadi Mawardi. Dia menegaskan kembali bahwasanya Monkeypox belum dikategorikan sebagai penyakit menular seksual.

Meski begitu, dia mengaku cenderung mengerti alasan mengapa kelompok homoseksual disebut rentan terjangkit Monkeypox. Sebab, kata Prasetyadi, hubungan seksual antara sesama jenis sangat erat dengan kontak kulit ke kulit, atau kulit ke mukosa.

“Kalau melakukan kontak antara kulit ke mukosa, misalnya seperti (berhubungan seks) anal atau oral, itu akan memudahkan transmisi penularan virus Monkeypox,” beber Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin itu.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI menegaskan hubungan seks yang demikian tidak hanya dilakukan oleh kaum homoseksual, melainkan dilakukan pula oleh pasangan heteroseksual. Virus Monkeypox, kata Hanny, bisa menjangkiti semua lapisan masyarakat, bukan cuma kelompok tertentu.

“Semua orang yang melakukan kontak seksual atau kontak-kontak yang berisiko, itu juga berpotensi mendapatkan kasus (positif Monkeypox) ini,” pungkasnya. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Muhamin Iskandar

News

Hmmm… Pemilu 2024, Muhaimin Lirik Sri Mulyani Jadi Cawapres

News

Kuota Terbatas! Perayaan 17 Agustus di Istana Kembali Terbuka untuk Publik
Ekspor Komoditi Sulsel

News

Selama 4 Bulan, Ekspor Komoditi Sulsel capai 600,4 Juta Dolla AS
Swiss

News

Dewan Pers Imbau Media Patuh Kode Etik di Pemberitaan Eril

News

Penembakan di Sekolah Texas Tewaskan 21 Orang, Pelaku Berusia 18 Tahun

Nasional

Resmi, Kapolri Tetapkan Tersangka Irjen Ferdy Sambo
Harga Batu Bara

News

Gas Tak Terbendung, Harga Batu Bara Kian Melambung!
WNA Korsel

News

DISETOP! Kasus Anak Tabrak Ibu hingga Tewas Saat Mudik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com