Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Dihantam Krisis Ekonomi Global, Bahlil Lahadalia: Inflasi Indonesia Masih Terkendali

- Apahabar.com     Selasa, 9 Agustus 2022 - 09:11 WITA

Dihantam Krisis Ekonomi Global, Bahlil Lahadalia: Inflasi Indonesia Masih Terkendali

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. Foto: Resti/apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Di tengah krisis ekonomi global membuat bergejolak hampir dialami semua negara di dunia. Inflasi di Indonesia mengalami kenaikan namun masih terkendali dan terjaga di angka 4,35 persen dengan pertumbuhan investasi mencapai 5,44 persen.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia membandingkan inflasi Indonesia dengan negara G20 lainnya per periode Januari 2022 sampai Juni 2022 tergolong dapat terkendali dengan angka inflasi yang lebih kecil dibandingkan negara lainnya.

“Untuk inflasi Indonesia berada pada angka 4,35 persen, lalu Australia 5,1 persen, Korea  selatan 6 persen, India 7 persen, Jerman 7,6 persen, Amerika Serikat 7,6 persen, Inggris 9,1 persen, Turki 78,6 persen, Brazil 11,89 persen, 4,35 persen Ruplik Rakyat Tiongkok 2,5 persen,” papar Bahlil dalam konferensi pers yang di siarkan secara daring melalui YouTube Kementerian Investasi BKPM, Senin (8/8).

Menurut Bahlil, inflasi terjadi disebabkan oleh gangguan pasokan gas serta krisis pangan. Selain itu dia menjelaskan bahwa inflasi Indonesia berada di posisi tengah di antara negara Asia Tenggara lainnya.

Yaitu Singapura 6,68 persen, Malaysia 3,37 persen, Thailand 7,66 persen, Vietnam 3,40 persen, Laos 23,60 persen, Myanmar 17,30 persen, Brunei 3,90 persen, Kamboja 7,20 persen, Filipina 6,10 persen, kemudian Indonesia 4,35 persen.

Ia pun mengaitkan inflasi yang terjadi dari rata-rata kepemimpinan presiden sebelumnya yaitu pada kepemimpinan B.J. Habibie rata-rata 2 persen, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur rata-rata 10,96 persen, kemudian Megawati Soekarno Putri rata-rata 7,18 persen, lalu Susilo Bambang Yudhoyonoatau SBY rata-rata 7,52 persen, kemudian Jokowi rata-rata 2,7 persen.

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II Indonesia mencapai angka 5,44 persen YoY (Year of Year), berdasarkan perbandingkan hasil per satu periode secara tahunan.

“Saya akan mensharing juga, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yaitu, Amerika 0,9 persen YoY, Uni Eropa 4 persen YoY, Republik Rakyat Tiongkok 0,4 persen YoY, Korea Selatan 2,9 persen YoY, India 4,1 persen YoY Singapura 4,8 persen YoY, Vietnam 7,72 persen YoY, dan Indonesia 5,44 persen YoY,” terang Bahlil. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Pengungsi Afghanistan di Kupang Meriahkan Lomba HUT Ke-77 Kemerdekaan RI
Cuaca Kalsel Hari Ini

BNN Kota Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini: Nihil Peringatan Dini, Semua Wilayah Potensi Cerah Berawan

News

Harga BBM Non Subsidi Turun, Penjualan di SPBU Jakarta Belum Alami Kenaikan
Nakes

News

Demo Nakes: Covid Datang Kami Lawan, Covid Hilang Kami Diabaikan!

News

Heboh Bunker Berisi Ratusan Miliar Duit Ferdy Sambo, Polri Angkat Bicara

News

Turnamen Mobile Legends, Cara Pemuda Kotabaru Isi Malam Ramadan
Ramadan

News

Pasar Murah Ramadan di Kapuas, Ratusan Paket Bapok Langsung Ludes
Izin ACT Dicabut

News

Ada Indikasi Pelanggaran, Kemensos Cabut Izin Pengumpulan Uang-Barang ACT
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com