Duh, ASN di Banjarmasin Masih Ada Tak Taat Pajak Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri
agustus

Ditresnarkoba Polda Kalsel Ungkap Peredaran 10 Kg Sabu Jaringan Internasional

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram lebih...
- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 11:55 WITA

Ditresnarkoba Polda Kalsel Ungkap Peredaran 10 Kg Sabu Jaringan Internasional

Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi didampingi Kabid Humas, Kombes Pol, Moch Rifa'i saat pers rilis pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu, Selasa (2/8). Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram lebih.

Barang haram tersebut disita dari tangan dua tersangka bernama Eko Bayu Saputro dan Erry Teguh Fakhlevy.

Dua kurir tersebut ditangkap petugas Subdit II saat melintas menggunakan minibus jenis Toyota bernomor polisi DA 1056 TAW di wilayah Barito Kuala, Jumat (22/7) malam.

“Penangkapan sekitar pukul delapan malam. Di daerah Handil Bakti,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi didampingi Kabid Humas, Kombes Pol, Moch Rifa’i saat pers rilis, Selasa (2/8).

Saat penggeledahan petugas menemukan tas cokelat yang di dalam terdapat 10 paket besar sabu (10 kilogram). Dan empat paket kecil dari tangan Erry.

Setelah didalami, para tersangka mengaku diperintahkan untuk membawa sabu-sabu tersebut dari Kalimantan Barat menuju Kalimantan Selatan.

Terungkap, jaringan ini dikendalikan oleh seseorang dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas).
“Inisialnya D, kami masih pengembangan dan kalau terbukti kami jemput,” ujar Kombes Tri.

Tak hanya itu juga terungkap bahwa peredaran ini masuk jaringan internasional melalui pintu masuk perairan dari Malaysia.

“Melihat kemasan ini masuk di segitiga emas. Jaringan Laos, Myanmar, dan Kamboja,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Erry mengaku mereka dijanjikan mendapat upah Rp50 juta untuk membawa barang haram tersebut.

“Ini baru pertama kali. Sebelum tidak pernah,” kata Erry.

Akibat perbuatannya, kedua kurir ini dijerat pasal berlapis. Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) undang-undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

begal pantat

Hot Borneo

Duh! Polsek Pelaihari Amankan Begal Pantat, Pelakunya Ternyata Petugas Keamanan

Hot Borneo

Cari Penyebab Ambruknya Ruko Alfamart Gambut, Dinas PUPRP Banjar Minta Waktu
Demo DPRD Kalsel

Hot Borneo

Ratusan Mahasiswa Geruduk Rumah Banjar, Tolak Presiden Tiga Periode
Lapas Kotabaru

Hot Borneo

Lapas Kotabaru Masih Over Kapasitas, Begini Penjelasan Kalapas
Eco Park

Hot Borneo

Siap-siap! Batola Bakal Launcing Jejangkit Eco Park
Hipmi Banjarmasin

Hot Borneo

Nakhodai Hipmi Banjarmasin, Aulia Rahman Siap Survive di Era Global!
Warga Simpur HSS tewas ditikam

Hot Borneo

Tikam Korban Hingga Tewas, Seorang Warga Simpur HSS Diburu Polisi

Hot Borneo

Kelilit Utang dan Candu Judi Online, Warga Jakarta di Banjarbaru Gadaikan BPKB Teman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com