Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

Dugaan Pemotongan Bantuan Banjir, Warga Jejangkit Muara Sambangi Kejari Batola

- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 23:45 WITA

Dugaan Pemotongan Bantuan Banjir, Warga Jejangkit Muara Sambangi Kejari Batola

Belasan warga Jejangkit Muara mendatangi Kejari Batola untuk mempertanyakan perkembangan pelaporan kasus dugaan pemotongan bantuan rumah rusak akibat banjir, Selasa (2/8). Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Ingin langsung mendapatkan kejelasan, sejumlah warga Jejangkit Muara di Kecamatan Jejangkit mendatangi Kejaksaan Negeri Barito Kuala (Batola), Selasa (2/8).

Diketahui sejak Januari 2022, warga telah melaporkan kasus dugaan pemotongan bantuan stimulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk rumah rusak akibat banjir.

Dalam pelaporan tersebut, warga memperkarakan potongan sebesar Rp500 ribu dari total bantuan senilai Rp10 juta yang dilakukan oknum di desa.

Selain pemotongan dana bantuan, bahan bangunan yang didatangkan dinilai kurang sesuai. Itu masih ditambah skema pembelian bahan bangunan yang kurang transparan.

“Kedatangan kami hanya ingin menanyakan kemajuan kasus yang dilaporkan Januari 2022 lalu. Mudah-mudahan kasus ini segera terbongkar,” papar Budi, salah seorang perwakilan warga.

Baca juga: Bantuan Stimulan Korban Banjir di Batola Mulai Disalurkan

“Pelaporan ini sendiri murni bertujuan untuk memajukan desa, sehingga bisa lebih berkembang seperti desa lain,” sambungnya.

Adapun jumlah bantuan sebesar Rp10 juta untuk kerusakan ringan. Sedangkan kerusakan sedang Rp25 juta dan kerusakan berat Rp50 juta.

“Kami diberitahu bahwa pemotongan Rp500 ribu digunakan untuk pembuatan Surat Penyataan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) dan surat pertanggungjawaban,” beber Budi.

“Namun rincian pemotongan itu kurang masuk akal, karena sebagian rumah bahkan sudah memiliki sertifikat. Total 139 warga yang menerima bantuan di Jejangkit Muara,” imbuhnya.

Sementara Kejari Batola, Eben Neser Silalahi, melalui Kasi Intel, Muhammad Hamidun Noor, menegaskan kepada warga bahwa pelaporan tersebut terus ditindaklanjuti.

“Bahkan terhitung sejak pertengahan Februari 2022, kami sudah meningkatkan kasus itu menjadi penyelidikan. Makanya dibutuhkan informasi yang valid dan banyak,” jawab Hamidun.

“Pun hingga sekarang, sudah puluhan orang dimintai keterangan. Mulai dari warga terkait, aparat desa,
fasilitator, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Batola,” tambahnya.

Dalam proses penyelidikan, Intel Kejari Batola juga menemukan fakta bahwa tidak semua dari 139 penerima bantuan mendapatkan potongan.

“Tentu kami berharap masyarakat tetap bisa situasi dan kondisi tetap kondusif, selama proses penyelidikan,” tandas Hamidun.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pesta Miras Tapin

Hot Borneo

Kedapatan Pesta Miras, Belasan Pemuda di Tapin Dijemur Polisi

Hot Borneo

Nikah di Balik Jeruji, Tahanan Narkoba Balikpapan Tuntaskan Janji Suci
Gempa Bumi

Hot Borneo

Heboh! Beredar Kabar Gempa Bumi Guncang Tabalong Kalsel
PKL Nakal Muara Teweh

Hot Borneo

Satpol PP Barito Utara Tertibkan Puluhan PKL Nakal di Muara Teweh
BPK Banjarmasin

Hot Borneo

Kecelakaan BPK Terulang Lagi, Perda Damkar Banjarmasin Lamban!
Paskibraka

Hot Borneo

Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional
Polisi Kotabaru

Hot Borneo

Diprotes, Polisi Buka Suara Soal Pembukaan Jalan ke Wisata Goa Lowo Kotabaru
Mardani Maming

Hot Borneo

KPK Tak Ada Sebut Mardani H Maming Sebagai Tersangka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com