Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5

Evakuasi Buaya, BKSDA Sampit Pasang Pancing Umpan Ayam

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, menindaklanjuti laporan warga terkait munculnya..
- Apahabar.com     Minggu, 7 Agustus 2022 - 13:37 WITA

Evakuasi Buaya, BKSDA Sampit Pasang Pancing Umpan Ayam

Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit Muriansyah (membelakangi kamera) bersama anggota Manggala Agni memasang jerat atau pancing dengan umpan seekor ayam untuk menangkap buaya di Sungai Biding, Kamis (4/8/2022). Foto-Antara/HO-BKSDA Pos Sampit

apahabar.com, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, menindaklanjuti laporan warga terkait munculnya buaya di Sungai Biding Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Guna mengevakuasi buaya tersebut, BKSDA Sampit memasang pancing dengan umpan ayam.

“Buaya yang terlihat warga dan petugas keamanan setempat lebih dari satu ekor. Diperkirakan berukuran setengah sampai tiga meter,” kata Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit, Muriansyah di Sampit, Kotawaringin Timur, seperti dilansir Antara, Minggu (7/8).

Muriansyah mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari dari humas salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Disebutkan, warga melihat kemunculan beberapa ekor buaya di Sungai Biding, anak Sungai Sampit yang bermuara ke Sungai Mentaya.

Sungai Biding masih dimanfaatkan warga untuk kegiatan sehari-hari yakni mandi, mencuci dan buang air. Sungai ini berbatasan dengan areal hak guna usaha perkebunan kelapa sawit tersebut.

Pihak perusahaan melaporkan informasi dari warga terkait kemunculan sejumlah buaya agar BKSDA membantu mengevakuasi satwa liar tersebut karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat.

Kekhawatiran ini cukup beralasan karena pernah terjadi serangan buaya pada karyawan perusahaan pada 31 Maret 2022. Seorang karyawan yang akrab disapa Amang Banjar diserang buaya saat buang air besar di parit tersebut.

Serangan buaya membuat Amang Banjar luka ringan di bagian kaki kiri. Buaya yg menyerang tersebut diduga kuat merupakan buaya jenis buaya muara, dengan panjang sekitar satu meter.

Muriansyah datang ke lokasi ditemani seorang anggota Manggala Agni. Mereka melakukan observasi dengan mengamati kondisi perairan di sekitar lokasi tempat buaya muncul.

BKSDA Sampit berupaya mengevakuasi buaya-buaya tersebut agar tidak menyerang manusia. Upaya penangkapan dilakukan dengan cara memasang pancing dengan umpan ayam.

“Dengan disaksikan sekuriti perusahaan dan warga, kami memasang satu set jerat atau pancing buaya umpan satu ekor ayam,” sambung Muriansyah.

Muriansyah memberikan masukan kepada petugas keamanan perusahaan dan warga terkait ancaman serangan buaya. Aktivitas di sungai disarankan dihindari, khususnya ketika hari gelap karena sangat rawan serangan buaya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Balikpapan

Hot Borneo

Masukkan Sabu Dalam Kopi Saset, Kurir di Balikpapan Ditangkap!
Gempa Paser

Hot Borneo

Kabupaten Tetangga IKN Digoyang Gempa, Lima Kecamatan dalam Monitoring
Haruan

Hot Borneo

Adu Molek Ikan Haruan di Cafe Arwana Banjarmasin
Nenek Martapura

Hot Borneo

Update Kasus Nenek Hidayah Ditahan di Arab, Pengacara Minta Perhatian Presiden
PDI

Hot Borneo

Peringati Tragedi Kudatuli 1996, PDIP Kalsel: Usut Tuntas!

Hot Borneo

Mati Dalam Perjalanan Menuju Banjarmasin, Satu Ekor Sapi Dibuang Ke Laut
Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan

Hot Borneo

Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan, Begini Penjelasan Pertamina
mudik

Hot Borneo

Takut Kehabisan Tiket, Penumpang di Pelabuhan Banjarmasin Pilih Mudik Lebih Awal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com