Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Ferdy Sambo Singgung Perbuatan Brigadir J ke Istrinya

- Apahabar.com     Kamis, 4 Agustus 2022 - 15:23 WITA

Ferdy Sambo Singgung Perbuatan Brigadir J ke Istrinya

Irjen Ferdy Sambol datangi Bareskrim Polri. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo memenuhi panggilan tim khusus Kapolri terkait kasus penembakan Brigadir J.

Dalam kesempatan itu ia menyinggung perbuatan Brigadir J ke istrinya, Putri Chandrawathi atau Putri Sambo.

Sambo mengucapkan bela sungkawa atas kematian Brigadir J. Namun, ia menyebut kejadian itu bersinggungan dengan perbuatan Brigadir J.

“Semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun, semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Yoshua kepada istri dan keluarga saya,” kata Sambo, Kamis (4/8).

Sambo tak menjelaskan maksud pernyataannya tersebut. Ia hanya meminta masyarakat untuk tidak terlalu berspekulasi.

Pada kesempatan itu, Sambo juga mengucapkan permintaan maaf kepada institusi kepolisian.

“Saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri,” tutur Sambo, kutip CNNIndonesia.com.

Diketahui, Polri resmi menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir J yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo.

“Pemeriksaan saksi juga dianggap telah cukup untuk menandakan Bharada E sebagai tersangka,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam keterangan resmi di Mabes Polri, Rabu (3/8).

Polisi mengenakan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, sehingga Bharada E terancam hukuman penjara 15 tahun. Bharada e pun dinyatakan langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, pasal 338 KUHP menyatakan: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. Pasal tersebut juga menegaskan aksi Bharada E yang menembak mati Brigadir J bukan untuk membela diri.

“Tadi sudah saya sampaikan Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri,” terang Andi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Musyawarah besar IKMA Tanah Bumbu

News

IKMA Tanah Bumbu Gelar Musyawarah Besar

Nasional

Gerindra Daftar Bareng PKB ke KPU, Prabowo Subianto: Sinyalnya Sangat Kuat
IRT Banjar

News

Suami Ditahan, IRT di Banjar Ditemukan Tewas Tergantung
Kecelakaan Kotabaru

News

Truk Vs Pemotor di Kotabaru, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Ramadan

News

Hari Kedua Ramadan, Satpol PP Banjarmasin Temukan Warung Makan Buka Siang
Perang

News

Rusia Siapkan Pasukan Nuklir, Gedung Putih Bereaksi
kapal rusak

News

Kapal Menuju Pulau Pramuka Rusak Kemudi di Tengah Jalan, 140 Penumpang Dievakuasi

News

Motif Aksi Barbar Pria Ngamuk di Toko Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com