Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Global Dihantam Krisis Energi dan Pangan, Jokowi: Syukur Harga BBM dan Beras di Indonesia Stabil

- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 08:03 WITA

Global Dihantam Krisis Energi dan Pangan, Jokowi: Syukur Harga BBM dan Beras di Indonesia Stabil

Presiden Joko Widodo. Foto: Resti - apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan kondisi global belum stabil, setelah hampir 2,5 tahun dunia dilanda pandemi Covid-19. Lalu disusul dampak perang antara Rusia dan Ukraina mengakibatkan seluruh negara mengalami kesulitan yang bertubi-tubi. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga minyak di dunia dan berdampak kepada negara-negara pengguna minyak.

“Kita patut bersyukur Alhamdulillah kalau bensin di negara lain harganya sampai Rp30.00-Rp31.000. Di Indonesia Pertalite masih Rp7.650,” ucapnya dalam acara zikir dan doa kebangsaan, yang diselenggarakan di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Senin  (1/08).

Presiden Republik Indonesia ke 7 itu mengingatkan mengenai subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar yakni dari Rp170 triliun sekarang mencapai Rp502 trtriliun.

”Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu, tapi Alhamdulillah kita masih kuat menahannya sampai saat ini, kita syukuri bersama-sama,” pungkasnya.

Begitu pula dengan harga pangan, di negara lain sudah mengalami kenaikan sebesar 30 persen sampai 50 persen. Sebab, gandum menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia, Afrika dan Eropa.

Berdasarkan kunjungannya bertemu Presiden Ukraina Zelensky, Ukraina memiliki stok gandum di gudang sebesar 22 juta ton. Sedangkan stok lama sebanyak 55 juta ton. Secara keseluruhan stok yang tersedia berjumlah 77 juta ton, namun tidak bisa dikeluarkan karena kondisi perang dengan Rusia.

Berbeda halnya dengan di Rusia, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, cadangan stok gandum Rusia mencapai sebesar 130 juta ton. Jumlah tersebut jika ditambahkan dengan jumlah stok gandum Ukraina akan dengan total keseluruhan sebanyak 207 juta ton. Hal tersebut menyebabkan diprediksikan akan terjadi krisis pangan dalam waktu 6 bulan mendatang yang akan menimpa sebanyak 800 juta orang berada dalam ancaman kelaparan.

Namun di Indonesia mayoritas penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok, tidak mengalami kenaikan. “Alhamdulillah beras di Indonesia juga masih bisa kita dan tidak naik sama sekali, ini patut kita syukuri,” tutupnya.(Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Bareskrim Polri Tetapkan Mantan dan Presiden ACT Jadi Tersangka
Suzuki Baleno

News

Sebab Mobil Hatchback Jadi Incaran Para Anak Muda

News

Mendagri Berkantor di IKN Nusantara Mulai 1 Januari 2024
fadjroel Rachman

News

Kabar Duka, Ayah Dubes Fadjroel Rachman Tutup Usia di Banjarmasin
Direktur Operasional PNM Sunar Basuki menyambut kedatangan delegasi CDRB Bank Tanzania. Foto: Dok PNM

News

Berniat Ekspansi Bisnis Keuangan Mikro, CDRB Bank Tanzania Studi Banding ke PNM  

News

Jawab Perkembangan Zaman Soal Koperasi, Kemenkop-UKM Terlibat Tim Penyusunan Naskah Akademik Revisi UU Perkoperasian
Pembunuhan Tanah Laut

News

Di Balik Cekcok Maut Lahan di Asam-Asam Tanah Laut
Covid-19

News

Update Covid-19 Hari Ini: Bertambah 1.264 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com