Rodney Goncalves: Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Viral Keributan Suporter Futsal Antar Pelajar di Banjarbaru, Polisi Turun Tangan Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan

Heboh! Kabar Bambang Widjojanto Ditangkap Polisi, Cek Faktanya…

Kabar mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi beredar usai dimuat salah satu media online.
- Apahabar.com     Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:59 WITA

Heboh! Kabar Bambang Widjojanto Ditangkap Polisi, Cek Faktanya…

Bambang Widjojanto. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kabar mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi beredar usai dimuat salah satu media online.

Lantas pria yang akrab disapa BW itu membantah kabar tersebut.

“Informasi dimaksud sangat tidak benar dan ngawur serta dimuat tanpa konfirmasi awal dari pihak yang disebutkan,” ucap BW dilansir apahabar.com dari Detikcom, Kamis (11/8).

BW menyatakan dirinya tidak ditangkap polisi. Ia mengaku bingung dengan berita itu.

“Setelah berita itu, ada WhatsApp dan phone bertubi-tubi dari para sahabat dan rekan media lainnya. Hal ini sangat merugikan nama baik kami,” katanya.

BW merupakan pimpinan KPK periode 2011-2015.

BW menjabat sebagai pimpinan KPK bersama Abraham Samad, Zulkarnain, Busyro Muqoddas dan Adnan Pandu Praja.

Berikut pernyataan lengkap BW menepis kabar dirinya ditangkap:

Pos Kota Melanggar Prinsip Cover Both Side & Diduga Sebarkan Informasi Hoaks

1. Tetiba di pagi hari, sekitar jam 09 pagi ada WA dari beberapa wartawan yang mengaku berasal dari Pos Kota dan mau minta konfirmasi dengan kalimat “… saya dapat informasi Pak BW dibawa ke Bareskrim tadi malam. Apakah informasi ini benar? Jika benar terkait perkara apa? Dan kenapa?…”. Dilanjutkan lagi dengan kalimat pertanyaan lainnya “…, apakah informasi tersebut A1?” Ditambahkan dengan emoji ekspresi memohon.

2. Saya tidak menjawabnya WA tersebut karena informasi dimaksud sangat tidak benar dan ngawur serta dimuat tanpa konfirmasi awal dari pihak yang disebutkan (BW) padahal nama baiknya potensial dirugikan. Prinsip cover both side, sepenuhnya diabaikan dan tidak dijalankan.

3. Saya baru ngeh ternyata Pos Kota telah membuat berita dengan judul yang hiperbolis yang menyudutkan “Mantan Petinggi KPK Bambang Widjojanto Dikabarkan Ditangkap Polisi di Rumahnya Begini Kata Ketua RT Setempat”

4. Pada isi berita ada beberapa kalimat yang menyatakan “…Perlu diketahui, Berdasarkan kabar yang diterima sumber Poskota bahwa mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) telah ditangkap Bareskim Polri di kediamannya Pada Rabu 10 Agustus 2022 sekitar pukul 21.00 WIB. Belum diketahui terkait kasus apa yang menjerat BW”.

5. Setelah berita itu, ada WA dan phone bertubi-tubi dari para sahabat dan rekan media lainnya. Hal ini sangat merugikan nama baik kami serta apa yang dilakukan Pos Kota sudah dapat dikualifikasi pelanggaran sesuai UU ITE yang menyatakan:

a. Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengatur ketentuan tindak pidana penyebaran berita bohong “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”

b. Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

6. Media Pos Kota juga dapat dikualifikasi melanggar Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa Pers nasional berkewajiban memberikan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

7. Semoga media, khususnya Pos Kota tetap menjaga netralitas karena bersikap obyektif serta tidak menyiarkan berita yang tidak sesuai dengan standar etik dan perilaku pers yang baik. Untuk itu, saya menggunakan Hak Koreksi ini, meminta advis dari Dewan Pers dan mempertimbangkan untuk mengambil Langkah hukum lebih lanjut atas masalah ini.

Bambang Widjojanto, 11 Agustus 2022

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Polisi Usut Sumber Rp2,3 Miliar di Markas Khilafatul Muslimin
jas hujan

News

5 Rekomendasi Jas Hujan yang Memiliki Kualitas Terbaik
pln

News

Ciptakan Kemandirian Ekonomi, YBM PLN Targetkan 96 Kelompok Usaha Cahaya Terbentuk Tahun Ini
ilustrasi sabu

News

Kurang Seminggu, Polsek Tapin Utara Amankan 3 Budak Sabu
Eks PM Jepang

News

Fakta Baru Penembakan Eks PM Jepang: Peluru Tak Ditemukan!
Tiket giias 2022

News

Harga Tiket GIIAS 2022 Tak Alami Kenaikan, Ada Promo Spesial di HUT ke-77 RI
Haji

News

Arab Saudi Buka Ibadah Haji Bagi 1 Juta Orang Tahun Ini

News

IPW Ungkap Sambo Bisa Bebas Hingga Dugaan Alasan Putri Tak Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com