Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Imunisasi Banjarmasin Rendah, Warga Samakan dengan Vaksinasi Covid-19

Tingkat persentase program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Banjarmasin masih terbilang rendah.
- Apahabar.com     Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:38 WITA

Imunisasi Banjarmasin Rendah, Warga Samakan dengan Vaksinasi Covid-19

Suasana imunisasi di Kota Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingkat persentase program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Banjarmasin masih terbilang rendah.

Angkanya hanya 39 persen dari target 149.035 anak. Alhasil, program ini diperpanjang hingga 13 September 2022 nanti.

Penyebabnya adalah pemahaman warga yang keliru terkait imunisasi.

Sebagian orang tua menyamakan program ini dengan vaksinasi Covid-19. Padahal, sangat jelas berbeda.

“Vaksinasi Covid-19 berimbas pada pemberian imunisasi anak,” ucap Lurah Sungai Lulut, Suryani kepada apahabar.com, Selasa (30/8).

Ironisnya, ada sejumlah orang tua yang menolak anaknya diimunisasi.

Beruntung, berkat bujukan tenaga kesehatan dari puskesmas dan kelurahan, si ortu bersedia buah hatinya diimunisasi.
“Kalau puskesmas sudah ada beberapa, di Sungai Lulut telah ada beberapa RT yang didatangi,” katanya.

Bahkan, pihaknya sempat door to door mencari anak yang bersedia diimunisasi campak dan rubela. Salah satunya di RT 5, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

“Antusias warga sangat luar biasa menghadirkan anak-anaknya untuk imunisasi,” bebernya.

Ia menegaskan, akan terus melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi bagi anak-anak kepada orang tua.

“Ini akan terus kita tekankan kepada masyarakat khususnya orang tua,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Banjarmasin, Siti Wasilah mengatakan imunisasi sangat penting terhadap daya tahan tubuh anak. Terutama mencegah penyakit rubela dan campak.

“Ini yang terus kita tekankan terhadap masyarakat agar memahami pentingnya imunisasi,” bebernya.

Berbagai upaya pun dilakukan pihaknya. Salah satunya memberikan edukasi dan pendekatan persuasif kepada para orang tua.

Sebab rendahnya angka imunisasi di Banjarmasin lantaran banyak orang tua yang termakan hoaks soal imunisasi.

“Mari sama-sama kita tingkatkan kualitas anak kita dengan membawanya untuk imunisasi,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Curanmor

Hot Borneo

Waspada! Komplotan Curanmor Beraksi Malam Hari, Warga Diimbau Kunci Ganda Motor dan CCTV
Tabrakan Truk Elpiji Balikpapan

Hot Borneo

Adu Banteng dengan Truk Elpiji, Pemuda Balikpapan Tewas di Tempat
SKCK

Hot Borneo

Komentar Pengamat-KPUD Tabalong soal Calon Legislatif Tanpa SKCK!
Alalak Batola

Hot Borneo

Sampai Dini hari, Korban Keracunan Massal di Alalak Tembus 75 Jiwa!
Groundbreaking IKN

Hot Borneo

Groundbreaking IKN Batal, Otorita: Presiden Jokowi Kurang Menyukai Seremoni Seperti Itu
TPS Sampah Pasar Wildan

Hot Borneo

Sering Mengeluarkan Bau Busuk, TPS Sampah Pasar Wildan Banjarmasin Ditutup

Hot Borneo

Belum Digarap Maksimal, Prodi Matematika ULM Genjot Etnomatika di Tanah Laut

Hot Borneo

Awas! Badan POM Banjarmasin Temukan 595 Produk Kosmetik Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com