[ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Kejar PAD, BPSDMD Kalsel Didorong Harus Jadi BLUD

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya keras kejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Apahabar.com     Jumat, 5 Agustus 2022 - 20:40 WITA

Kejar PAD, BPSDMD Kalsel Didorong Harus Jadi BLUD

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel. Foto-apahabar.com/Hasan

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya keras kejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seakan tak ada pilihan, cara ampunya, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel harus dirubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Bahkan, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengklaim jika tidak diubah jadi BLUD, maka pendapatan BPSDMD bisa turun.

Alasannya menurut Roy, pendapatan BPSDMD turun dikarenakan pengangkatan CPNS pada tahun ini ditiadakan.

“Jika ditiadakan, penggunaan kamar dan pelatihan bagi PNS di BPSDMD itu akan turun,” katanya.

Selama ini BPSDMD Kalsel digunakan oleh ASN di pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota bahkan PNS kejaksaan. “Dengan itu potensi pendapatan BPSDMD cukup besar,” ujarnya.

Pihaknya mendorong BPSDMD menjadi BLUD sehingga mereka bisa meningkatkan bisnisnya dan PAD meningkat. “Efisiensi anggaran juga bisa dilakukan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional pada BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan menimpali, jika jadi BLUD, maka pihaknya bisa menerima pelatihan kapan saja.

Menurutnya, jika masih belum menjadi BLUD, pelayanan yang dilaksanakan harus sesuai Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Padahal, ada banyak pelatihan yang bisa mereka laksanakan di luar RKA. Sehingga kalau jadi BLUD, PAD yang mereka kumpulkan pasti meningkat. “Jadi harus dimaksimalkan peluang ini,” timpalnya.

H Gia sapaan akrabnya menyampaikan, pihaknya hanya menggelar pelatihan untuk ASN. “Dan setiap tahun bisa mengumpulkan pendapatan sekira Rp27 miliar,” tutupnya.

Kendati demikian, tidak jelaskan seperti apa pengawasannya jika BPSDMD berubah jadi BLUD.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekonomi Kalsel

Pemprov Kalsel

Kontraksi Saat Pandemi, Daerah Mesti Kolaboratif Bangun Ekonomi Kalsel

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Pinta Distribusi Oksigen Diprioritaskan
apahabar.com

Pemprov Kalsel

UN Dihapus, Disdikbud Kalsel Akan Kembangkan Pola Asesmen Kompetisi Minimum

Pemprov Kalsel

Keren! Pelajar Kandangan Kembali Dipilih Jadi Paskibraka Nasional
Batas Wilayah

Pemprov Kalsel

Soal Batas Wilayah HST dan Kotabaru, Kedua Bupati Teken Kesepakatan
Kalsel

Pemprov Kalsel

Melihat Realisasi Diskon Pajak Kendaraan di Kalsel: Target Turun, Capaian Baru Rp 16 M
Jelang Iduladha

Pemprov Kalsel

Jelang Iduladha, Simak Cara Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi
Jembatan Lengkung

Dinas PUPR Kalsel

Jokowi Mau ke Kalsel Lagi, Resmikan Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com