Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Kementerian ESDM Beberkan Strategi Kejar Rasio Elektrifikasi Indonesia di Wilayah Timur

Rasio elektrifikasi nasional menyisakan 0,38 persen. Kementerian ESDM mendorong percepatan dengan target penyelesaian 2022.
- Apahabar.com     Selasa, 30 Agustus 2022 - 00:26 WITA

Kementerian ESDM Beberkan Strategi Kejar Rasio Elektrifikasi Indonesia di Wilayah Timur

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana. Foto: Dunia-energi.com

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan energi baru terbarukan khususnya di Indonesia bagian timur. Hal tersebut dilakukan guna untuk meningkatkan target rasio elektrifikasi pedesaan agar mencapai 100 persen pada 2022.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan pada tahun 2021 rasio elektrifikasi pedesaan sudah mencapai 99,62 persen. Sehingga dibutuhkan 0,38 persen untuk mencapai target 100 persen pada 2022.

Walaupun tersisa sedikit namun jumlah ini berada di lokasi yang jauh dan tersebar di wilayah yang sulit untuk dijangkau, sehingga secara pembiayaan juga ikut meningkat.

“Jadi kalau kita lihat ini wilayah di bagian timur masih sangat rendah, sehingga kami mendorong percepatan untuk hal tersebut,” ungkapnya dalam seminar nasional Peran Patriot Energi dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia yang disiarkan secara daring, Senin (29/8).

Dadan mengungkapkan Kementerian ESDM sampai saat ini sudah melakukan tindakan seperti perpanjangan jaringan listrik (grid). Selain itu, persiapan kebutuhan dasar yang sudah dilakukan yaitu dengan pengadaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan  alat penyimpanan daya listrik atau APDAL. Menurutnya hal ini merupakan kombinasi antara PLT skala kecil dan batrai.

Dia juga menambahkan Kementerian ESDM bersama DPR RI Komisi VII akan mengadakan program penyediaan listrik untuk konsumen baru, dengan sumber pendanaan dari pemerintah. Program untuk biaya penyambungan listrik ditargetkan tahun ini 80 rumah tangga dan akan dinaikan di tahun mendatang, untuk percepatan akses listrik melalui jaringan PLN yang sifatnya on grid.

Selain itu untuk off grid, pemerintah akan memberikan perhatian secara khusus baik dari sumber energi dan konsumennya. Menurutnya walaupun secara teknis dimungkinkan untuk menarik kabel, namun jika konsumen terlalu sedikit maka pengelolaan akan lebih sulit.

“Kami dorong untuk pengembangan skala kecil yang secara langsung ini dari patriot ini, yang sebagai ujung tombak pertama untuk memecah permasalahan yang ada di lapangan,” tutupnya.

Reporter: Thomas

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

KPK

News

Sudrajad Dimyati Bersama Deretan Pejabat MA yang Ditangkap KPK

News

Perekonomian Indonesia Diselamatkan Konsumsi Masyarakat yang Meningkat, Tapi Konsumsi Pemerintah Melempem!
WHO

News

WHO Sebut Varian Corona Berpotensi Muncul Lagi di Masa Depan

News

BPD Jatim Pamerkan Produk Lokal Unggulan di Expo HUT HIPMI ke-50
apahabar.com

News

Menteri Pendidikan Nadiem Usulkan Tambahan Anggaran Rp10,15 Triliun untuk 2023

News

Waspada Cacar Monyet! Kenali Pola Penyebaran dan Gejalanya
sumur panas bumi

News

Sumur Panas Bumi di Dieng Banjarnegara Meledak: 1 Tewas, 7 ke RS!
dampak perang rusia vs ukraina

News

Waspada, Kemungkinan Terburuk Dampak Perang Rusia vs Ukraina Bahkan hingga ke Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com