Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Lewat Program Cofiring, PLN Konsisten Turunkan Emisi PLTU Asam Asam

- Apahabar.com     Rabu, 3 Agustus 2022 - 00:08 WITA

Lewat Program Cofiring, PLN Konsisten Turunkan Emisi PLTU Asam Asam

PLTU Asam Asam. Foto-Istimewa.

apahabar.com, JAKARTA – Sejak Oktober 2021 lalu, PT PLN (Persero) telah menerapkan teknologi substitusi baru bara dengan biomassa sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam. Melalui program co-firing, PLN melakukan penyampuran limbah kayu atau yang lebih dikenal dengan istilah saw dust dengan batu bara.

Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Asam Asam Dani Esa Windiarto menjelaskan sejak diterapkannya cofiring sebesar 5% di PLTU Asam-Asam, parameter operasional peralatan pembangkit terpantau aman dan beberapa parameter emisi yang dihasilkan mengalami penurunan.

“Dari hasil evaluasi kami, parameter operasional peralatan pembangkit terpantau aman dan beberapa parameter emisi yang dihasilkan mengalami penurunan,” terang Dani.

Pada Juni 2022, Dani mencatat program cofiring yang dilaksanakan telah menghasilkan 855Megawatt hour (MWh) energi hijau dan lebih dari 5000 Metrik Ton (MT) emisi karbon dioksida (CO2eq) telah berhasil ditekan.

“Hal ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah menekan emisi karbon dan mempercepat pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025,” imbuhnya.

pltuu asam asam

Selain membawa manfaat bagi lingkungan , Dani menjelaskan program co-firing PLTU Asam-asam juga membawa efek positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami mengupayakan terbentuknya circular economy dengan keterlibatan masyarakat dalam penyediaan serbuk kayu untuk program ini. Sehingga masyarakat dapat memperoleh keuntungan karena nilai ekonomi limbah serbuk kayu turut meningkat,” kata Dani.

Salah seorang warga yang turut serta dalam menyediakan limbah kayu kepada PLN, Masran mengatakan dirinya merasa terbantu berkat program co-firing yang sudah dilaksanakan PLN.

“Serbuk kayu yang dulu kami anggap limbah ternyata bisa bernilai ekonomis dan dapat membantu masalah pengelolaan sampah di lingkungan kami. Kami berharap program ini terus berjalan dan limbah saw dust yang kami hasilkan dapat terus diolah,” ungkap Masran.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PLN

PLN UIKI Kalimantan

Ekonomi Kalsel Tumbuh Tinggi, PLN Perkuat Keandalan Listrik Layani Industri

PLN UIKI Kalimantan

Tingkatkan Ekonomi Kreatif, PLN Gandeng Kelompok Swadaya Masyarakat
PLN

PLN UIKI Kalimantan

Promo Ramadan Berkah PLN, Tambah Daya untuk Rumah Ibadah Hanya Rp 150 Ribu
Listrik IKN Nusantara

PLN UIKI Kalimantan

Siap Kawal Pembangunan IKN Nusantara, Begini Strategi PLN
kompor induksi

PLN UIKI Kalimantan

PLN Sukses Konversi 1.000 Kompor LPG ke Kompor Induksi
Penerima bantuan YBM PLN

PLN UIKI Kalimantan

YBM PLN Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa
tarif pln

PLN UIKI Kalimantan

Pelanggan Bisnis dan Industri Bersyukur Tak Terdampak Penyesuaian Tarif Listrik

PLN UIKI Kalimantan

Tingkatkan Minat Literasi, PLN Hadirkan Pojok Baca Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com