Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan Tindaklanjuti Instruksi Kapolri, Polda Kalsel Siap Copot Anggota Tersandung Pidana Dari Rekaman CCTV Menunjukkan Putri Candrawathi Ada di Lokasi Pembunuhan
agustus

Mahasiswa KKN Bantu Dongkrak Olahan Warga Kapuas dari Ikan Patih Lebih Bernilai Jual

Potensi hasil olahan ikan warga Kapuas coba terus didongkrak. Kali ini melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
- Apahabar.com     Senin, 1 Agustus 2022 - 17:53 WITA

Mahasiswa KKN Bantu Dongkrak Olahan Warga Kapuas dari Ikan Patih Lebih Bernilai Jual

Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia saat melaksanakan KKN Kebangsaan di Desa Sei Jangkit, Kecamatan Bataguh, Kapuas. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Potensi hasil olahan ikan warga Kapuas coba terus didongkrak. Kali ini melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

Seperti di Desa Sei Jangkit, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalteng. Di sana merupakan salah satu sentra penghasil ikan patin terbesar di Kapuas.

Namun melimpahnya produksi ikan patin di desa ini belum disertai adanya produk olahan dari ikan patin.

Menurut pemilik tambak ikan patin di Desa Sei Jangkit, selama ini ikan patin yang dipanen langsung dijual mentah ke pasar-pasar.

“Selama ini kami dalam mengelola ikan patin langsung menjual hasil panen ke pasar. Biasanya sekali panen menghasilkan 4 ton ikan patin,” katanya, Senin (1/8).

Alasan pemilik tambak ikan patin di Desa Sei Jangkit itu menjual hasil panen langsung ke pasar, dikarenakan kurang memahami bagaimana menambah nilai jual dari hasil panen ikan patin.

“Kami para petambak ikan patin di Desa Sei Jangkit langsung menjual hasil panen mentah, karena SDM di desa kami belum paham bagaimana menambah nilai jual dari hasil panen ikan patin,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sei Jangkit Sariman, mengatakan apa yang dilakukan para mahasiswa KKN Kebangsaan ini merupakan suatu inovasi/terobosan.

“Karena untuk meningkatkan hasil penjualan serta menumbuhkan minat dari masyarakat sekitar khususnya Desa Sei Jangkit untuk membangkitkan produk unggulan di desa,” ujar Sariman.

Sedangkan Ketua kelompok KKN Kebangsaan di Desa Sei Jangkit, Miftah Fauzi Sobar berharap dengan adanya pelatihan pembuatan ikan patin menjadi wadi ikan patin dan otak-otak ikan ini dapat menambah nilai jual dari ikan patin itu sendiri.

Termasuk juga dapat menambah keterampilan masyarakat sekitar. Sehingga dapat membuka UMKM dan pekerjaan baru yang dapat menjadikan Desa Sei Jangkit menjadi desa yang makmur dan mandiri.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Daun Gelinggang

Hot Borneo

Triwulan I 2022, Ekspor Daun Gelinggang Kalsel ke Jepang Tembus 12 Ton!

Hot Borneo

Keburu Diciduk Polisi, Udin Gagal Edarkan Puluhan Gram Sabu di Banjarbaru
Investasi Bodong Kalteng

Hot Borneo

Pasutri Tersangka Investasi Bodong di Kalteng Terancam 10 Tahun Penjara
Embat Motor Kapuas Murung

Hot Borneo

Nekad Embat Motor Parkir, Warga Kapuas Murung Diringkus Polisi
Cuaca

Hot Borneo

Prakiraan Cuaca Kalsel: Siang Hujan Ringan, Malam Berpetir
bupati banjar saidi mansyur

Hot Borneo

Respons Bupati Banjar Soal Operasi Senyap Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sungai Lulut

Hot Borneo

Awas! Delapan Kawasan di Kalsel Diancam Hujan Petir
DPRD Kalsel

Hot Borneo

Dewan Nilai Pelabuhan Perikanan Batulicin Punya Potensi Tambah Kas Daerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com