[ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Mencari Pasangan Sejati, Gadis di Kamboja Disiapkan Gubuk Cinta untuk ‘Belah Duren’

- Apahabar.com     Jumat, 5 Agustus 2022 - 18:33 WITA

Mencari Pasangan Sejati, Gadis di Kamboja Disiapkan Gubuk Cinta untuk ‘Belah Duren’

apahabar.com, JAKARTA – Seks di luar nikah kerap dianggap sebagai hal tabu, terlebih bagi masyarakat di negara yang menganut budaya timur, seperti Indonesia. Namun, siapa sangka, hal ini justru menjadi tradisi turun temurun yang wajar dilakukan oleh gadis Kamboja.

Adalah Suku Kreung, sang empunya tradisi unik tersebut. Setiap gadis yang memasuki masa pubertas, tepatnya berusia 13 – 15 tahun, bakal diberikan sebuah gubuk yang dibangun sendiri oleh ayahnya. Bangunan berbahan bambu itu biasa dikenal dengan sebutan ‘gubuk cinta’.

Gubuk cinta diperuntukkan sebagai tempat bagi gadis Suku Kreung untuk ‘bereksperimen’ dengan lawan jenis. Mereka akan mengajak lelaki idamannya ke bangunan tersebut untuk melakukan hubungan seksual, atau sekadar berbicara tentang seks.

Bukan cuma satu, para gadis ini bisa memiliki banyak pacar sekaligus di gubuk cinta. Kabarnya, tidak pernah ada perkelahian atau kecemburuan di antara lelaki yang sekaligus dikencani oleh sang gadis. Kekerasan seksual dan pemerkosaan pun disinyalir jarang terjadi.

Kehamilan yang tak diinginkan seringkali terjadi selama tradisi ini berlangsung. Kalau sudah begitu, si gadis akan memilih satu di antara teman kencannya, sekalipun lelaki itu bukanlah ayah biologis dari bayi yang dikandungnya.

Melansir karya Marie Claire (2011), gadis-gadis Kreung menegaskan bahwasanya tradisi ini sama sekali tanpa unsur paksaan. Mereka bertindak sesuai keinginan sendiri, bahkan diberi persetujuan dan kepercayaan dari orang tua.

Orang-orang Kreung percaya tradisi ini merupakan cara terbaik bagi para gadis untuk menemukan cinta sejati. Mereka meyakini, seks adalah bagian alami dari indahnya cinta dan asmara.

Gubuk cinta tumbuh subur di tengah Suku Kreung selama berabad-abad. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai tergerus zaman. Kelompok minoritas mulai terekspos pada modernisasi dan budaya khmer, di mana seks pranikah dianggap tidak terhormat.

Mengutip Phnom Penh Post pada Maret 2014, cara keluarga Kreung membangun rumah mereka juga berubah, seiring masyarakat menjadi lebih kaya. Bangunan yang semula berbahan bambu, kini dibangun dari kayu atau batu bata. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Demi Nonton MotoGP Mandalika, Bapak-Bapak Ini Rela Tempuh Ribuan Kilometer Kayuh Sepeda. Foto-Istimewa

Relax

Demi Nonton MotoGP Indonesia, Bapak-Bapak Ini Rela Kayuh Sepeda Ribuan Kilometer
KKN di Desa Penari

Relax

No PHP, Film KKN di Desa Penari Bakal Tayang April 2022

Relax

BLACKPINK Umumkan Jadwal Born Pink World Tour, Jakarta Kapan?

Relax

Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar? Begini Ulasan Medisnya
Shawn Mendes

Relax

Gegara Kesahatan Mental, Shawn Mendes Batalkan Sisa Tur Dunia
Setelah Undang Pasangan Gay ke Podacast, Followers Intagram Deddy Corbuzier Berkurang 8 Juta. Foto-Istimewa

Relax

Setelah Undang Pasangan Gay ke Podacast, Followers Intagram Deddy Corbuzier Berkurang 8 Juta.

Relax

Podcast Bareng Pasangan Gay Tuai Kontroversi, Deddy Corbuzier Minta Maaf dan Hapus Video!

Relax

Datang ke Kalsel, Dian Purnomo Beberkan Pengalaman Menulis Novel Praktik ‘Kawin Tangkap’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com