Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Odong-odong Bukan Angkutan yang Layak, Pengamat: Jauh dari Aspek Keselamatan

Kendaraan odong-odong yang biasa digunakan sebagai hiburan anak-anak, belakangan mulai dilarang beroperasi di jalan raya oleh pihak kepolisian
- Apahabar.com     Selasa, 2 Agustus 2022 - 22:05 WITA

Odong-odong Bukan Angkutan yang Layak, Pengamat: Jauh dari Aspek Keselamatan

Odong-odong Bukan Angkutan yang Layak, pahami aspek keselamatan. (foto: istimewa)

apahabar.com, JAKARTA – Kendaraan odong-odong yang biasa digunakan sebagai hiburan anak-anak, belakangan mulai dilarang beroperasi di jalan raya oleh pihak kepolisian.

Alasannya, kendaraan yang kerap dimodifikasi ini dilarang karena tak memenuhi syarat keselamatan yang baik sebagai sebuah moda transportasi umum.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Serang, Banten, odong-odong berpenumpang 20 orang tertabrak kereta api, yang menewaskan 9 orang termasuk anak-anak.

Kecelakaan maut yang melibatkan odong-odong ini juga mendapat perhatian dari praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia, Sonny Susmana, yang mengatakan, bahwa kendaraan yang menyerupai kereta api ini tidak memiliki kelayakan digunakan di jalan raya.

“Menurut saya, odong-odong itu bukan kendaraan layak jalan, harusnya kalo memang kita sayang kepada anak, kita tidak perlu mengajak dan menaiki kendaraan tersebut karena tidak menjamin aspek keselamatan,” ucap Sonny kepada apahabar.com, Selasa (2/8).

Menurut dia, anak-anak boleh saja naik odong-odong, asal tidak keluar dari lingkungan pemukiman atau komplek, bukan keluar ke jalan raya dan pastikan dengan kecepatan yang rendah.

“Ya sah-sah saja kalau memang hanya di komplek-komplek ataupun perumahan tapi kecepatan kendaraan tersebut hanya 20 Km/jam, dan tidak berada di jalan raya ataupun jalan tol,” terangnya.

Lebih jauh, Sonny menegaskan, bila pengemudinya sampai ke jalan raya, bahkan sampai melewati perlintasan kereta. itu sudah melanggar aturan lalu lintas dan sangat membahayakan.

Untuk itu, pada UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan jalan, serta Peraturan Pemerintah No.55 Tahun 2012 tentang standar pelayanan angkutan orang yakni wajib memenuhi standar keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan.

“Membahagiakan anak itu bukan berarti menuruti kemauan diri dan si anak. Naik odong-odong tidak dilarang, ada baiknya tanya dulu ke mana arahnya jelas, kecepatan berapa dan pengemudi berkompeten atau tidak, jika tidak jelas, batalkan saja,” tegasnya.

(Awan)

Editor: Denny Firmansyah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Perang

News

PBB Catat 835 Ribu Pengungsi Tinggalkan Ukraina Sejak Rusia Mulai Invasi
Jokowi ulang tahun

News

Presiden Jokowi Sebut Kemitraan Strategis KY-MA Kunci Menjaga Marwah Para Hakim

News

Ini Rencana Jokowi Usai Terima Penghargaan Swasembada Beras
Penceramah

News

Tingkatkan Kewaspadaan, BNPT Urai Ciri Penceramah Radikal
Pesawat Pengintai Australia

News

Pesawat Pengintai Australia Dicegat Jet Tempur China di Ruang Udara Internasional
mudik

News

Info Terbaru Mudik Gratis Lebaran 2022, Berlaku 29-30 April
Harga Emas

News

Harga Emas per Gram Tak Bergerak, Tertahan di Angka Cantik
Rusia

News

Ukraina Klaim 3.500 Tentara Rusia Tewas dalam Pertempuran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com