Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Pemerintah Ingatkan Waspadai Kemunculan Mutasi Sub Varian Baru Covid-19

- Apahabar.com     Sabtu, 6 Agustus 2022 - 11:06 WITA

Pemerintah Ingatkan Waspadai Kemunculan Mutasi Sub Varian Baru Covid-19

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro. Foto: Resti/apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap kemunculan mutasi varian baru Covid-19 yang telah mendominasi penularannya di Indonesia.

“Mutasi virus SARS Cov-2 yakni BA.4 dan BA.5, sejak tanggal 18 Juli 2022 lalu, dan varian baru yakni B.2.75 sudah ditemukan,” ucap Reisa saat konferensi pers secara daring melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (5/8/2022).

Mutasi dari virus merupakan hal yang alamiah terjadi, salah satunya dengan cara menggunakan tubuh manusia sebagai inang untuk memperbanyak diri. Saat proses itulah sering terjadi kesalahan dalam pengkopian kode genetik. Sehingga sering kali memunculkan varian atau sub varian baru yang muncul peningkatan risiko penularan.

Perbedaan varian yang muncul, kata Raisa, perlu dicermati bersama karena karakteristiknya yang berbeda-beda. Ia mencontohkan SARS COV 2 Alfa dengan risiko penularannya yang tinggi, namun dengan tingkat keparahan yang ringan jika dibandingkan dengan varian Delta.

Di sisi lain, SARS COV 2 Alfa juga memiliki juga mengalami reinfeksi yang rendah jika dibandingkan dengan varian Omicron. Adapun dari aspek penularannya, Raisa menyebut lebih menular jika dibandingkan dengan varian Alfa dan Delta yang sebelumnya pernah mendominasi di Indonesia.

“Dan inilah yang harus Kita waspadai apalagi terkait dengan fakta di mana terjadi kenaikan gelombang Covid-19,” katanya.

Reisa juga menambahkan setiap kali varian baru muncul dan mendominasi, secara historis kenaikan jumlah kasus positif dan kasus aktif akan terjadi pada 2 sampai 4 minggu setelah teridentifikasi temuan varian baru.

Karena itu, Reisa mengatakan memasuki hari kemerdekaan Indonesia, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dalam beraktivitas di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya dengan tetap menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Kita semua sudah tahu, bagaimana sih kondisinya untuk beradaptasi pada saat ini. Sehingga penilaian risiko dalam kehidupan sehari-hari akan menentukan hasil dari upaya kita dalam menjaga kesehatan,” terangnya. (Resti)

 

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sandi

News

Jambi Wisata Religi, Sekumpul Jadi Role Model Menteri Sandi
Kepolisian Israel menghancurkan rumah warga Palestina. Foto-Ap Photo.

News

Kecam Kekerasan Israel di Sheikh Jarrah, Yordania: Pelanggaran Hukum Internasional

News

Waduh! 27 Produsen Minyak Goreng Diduga Melakukan Kartel

News

Orang Terkaya Dunia Nomor 5, Kenapa Warren Buffett Hidup Hemat?
Sri Lanka

News

Presiden Sri Lanka Mundur Usai Istana Diserbu Massa
kuasa hukum mardani h maming

News

Bambang Widjojanto: Ada Indikasi Abuse of Power Penetapan Tersangka Bendum PBNU
TNI-Polri aktif

News

DPR: Perwira TNI-Polri Aktif Boleh Jadi Penjabat Kepala Daerah
Tarian Maondang

News

Tari “Membuat Rendang” Tampil di Apkasi Expo 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com