Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Pemerintah Ingin Jadikan Sorgum sebagai Bahan Pangan Alternatif Pengganti Gandum

- Apahabar.com     Jumat, 5 Agustus 2022 - 08:25 WITA

Pemerintah Ingin Jadikan Sorgum sebagai Bahan Pangan Alternatif Pengganti Gandum

Menteri Koordinator BIdang Perekonomian, Airlangga Hartanto. Foto: Thomas - apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Di tengah kondisi krisis pangan global, sejumlah negara melakukan penghentian ekspor gandum yang diperkirakan dilakukan hingga akhir Desember mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto memamaparkan sejumlah negara yang dimaksud di antaranya Kazakhstan, India, Afganistan, Algeria, Serbia, dan Ukraina. Meski begitu, Airlangga mengatakan agar Indonesia dapat mengembangkan tanaman pengganti dari gandum.

“Indonesia punya beberapa alternatif selain sorgum itu bisa juga dari tanaman sagu dan singkong oleh karena itu arahan bapak presiden seluruhnya perlu di persiapkan,” ucap Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan yang disiarkan secara daring, Kamis (4/8).

Adanya gangguan ekspor di negara produsen untuk komoditas gandum, direspons pemerintah dengan melakukan pengembangan budidaya tanaman substitusi gandum yaitu sorgum.

Budidaya sorgum akan diperluas terutama di Nusa Tenggara Timur tepatnya di Kabupaten Waingapu, yang di persiapkan oleh Kementerian Pertanian untuk menyiapkan alat mesin pertanian dan ternak.

Lebih lanjut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang akan mempersiapkan roadmap bekerja sama melibatkan Kementerian BUMN dan ESDM untuk menyiapkan pengembangan bioetanol.

Airlangga mengatakan bahwa pertanian sorgum dapat berkolaborasi dengan industri pakan ternak sebagai off-taker atau penjaminan komoditas. Sebab, sebanayk 50 persen industri pakan ternak bahan bakunya menggunakan jagung. Sedangkan 50 persen sisanya menggunakan protein lainnya yang salah satunya dapat menggunakan sorgum

“Kementerian PU PR untuk mempersiapkan kebutuhan air dalam bentuk irigasi ataupun embung di wilayah kluster pertama yang dicoba NTT.Dalam kluster sama tersebut diharapkan dalam 100 hari ini bisa menghasilkan bisa dievaluasi dalam 100 hari. Karena tanaman ini adalah tanaman yang sifatnya 3 bulanan memang kita akan memperluas wilayah di Waingapu,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ukraina

News

Resmi! Ukraina Tetapkan Status Darurat, Rusia Siap Serang Besar-besaran
Eril

News

KBRI Bern Kawal Pemulangan Jenazah Eril hingga Indonesia

News

Wamenag Buka Suara soal Foto Menag Yaqut Rangkul Ragil Mahardika
Mitra Ford

News

Resmi, Mitra Ford Hadir di Kalimantan Selatan

News

Terdeteksi, Omicron Subvarian BA.2 Ditemukan di Lima Negara Afrika

News

Tingkatkan Literasi, Genjot Pemilihan Duta Baca Palangka Raya
HIPANI

News

Terpilih di Kongres II Surabaya, Imam Subhi Pimpin DPP HIPANI
perosotan kenjeren water park ambrol

News

Pengunjung Histeris, Detik-Detik Perosotan Kenjeran Water Park Ambrol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com