Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Perekonomian Global Mengkhawatirkan! Jokowi: Bayangkan Kalau Pertalite Naik Jadi Rp17.100, Demonya Berapa Bulan?

- Apahabar.com     Sabtu, 6 Agustus 2022 - 09:24 WITA

Perekonomian Global Mengkhawatirkan! Jokowi: Bayangkan Kalau Pertalite Naik Jadi Rp17.100, Demonya Berapa Bulan?

Presiden Joko Widodo. Foto: setkab.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini kondisi ekonomi global tengah sulit. Berdasarkan prediksi PBB, IMF dan Bank Dunia menyebutkan setidaknya sebanyak 60 negara akan ambruk ekonominya. Bahkan sebanyak 320 juta orang di dunia saat ini berada pada posisi menderita kelaparan akut.

Jokowi menyebutkan sejumlah negera di kawasan Eropa termasuk Singapura, Australia, dan Amerika Serikat pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan inflasi yang berujung pada kenaikan harga barang. Jokowi menganggap kondisi tersebut sangat mengerikan.

“Amerika yang biasanya kenaikan barangnya atau inflasi itu hanya berada pada posisi  1 persen hari ini sudah berada di 9,1 persen. Bensin naik sampai 2 kali lipat, di Eropa juga sama. Coba di negara kita bayangkan kalau Pertalite naik dari Rp7.650 harga sekarang ini, kemudian naik menjadi harga yang benar adalah Rp17.100 demonya berapa bulan?” ujarnya dalam acara Silatnas PPAD ke-19 di Bogor, Jumat (5/8).

Jokowi mengingat kenaikan harga Pertalite sebesar 10 persen menyebabkan terjadinya demonstrasi selama 3 bulan. Ia tidak bisa membayangkan bila kenaikan Pertalite hingga menyentuh 100 persen.

Hal tersebut yang membuat pemerintah perlu melakukan pengendalian harga Pertalite dengan memberikan subsidi agar masyarakat tidak terkena imbas harga sesungguhnya BBM jenis Pertalite. Bila tidak disubsidi, hal tersebut akan berpotensi menyebabkan terjadi kenaikan harga barang.

“Oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang tidak kecil Rp512 triliun yang tidak ada negara berani memberikan subsidi sebesar indonesia,” pungkasnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Mudik Mengemudi Sendiri? Cegah Kantuk dengan Hindari Karbohidrat Tinggi

News

Usai Libur Lebaran, Polres Kotabaru Kembali Gencarkan Vaksinasi Booster

News

Resmi! Pengusaha Advertising Nahkodai Hipmi Tanah Laut

News

Kronologis Iko Uwais Dilaporkan Akibat Kasus Penganiayaan
Covid-19

News

Mantan Wali Kota Balikpapan Positif, Kena Tipu Obat Covid-19 Rp10 Juta
mit poso

News

Terungkap, Anggota MIT Poso Baiat ke ISIS via WhatsApp

News

LBH Jakarta Terima 213 Pengaduan Akibat PSE, Kerugian Ditaksir Lebih Rp1,5 Miliar
Gunung Anak Krakatau erupsi

News

Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Setinggi 2 Kilometer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com