Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Masuk Grup Neraka, Pelatih: Hasil Uji Coba Bisa Jadi Keyakinan

Polda Kalteng Bongkar Perdagangan 1,3 Ton Sianida Terkait Tambang Ilegal

Polisi berhasil membongkar perdagangan zat kimia tanpa izin jenis sianida di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
- Apahabar.com     Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:37 WITA

Polda Kalteng Bongkar Perdagangan 1,3 Ton Sianida Terkait Tambang Ilegal

Ditreskrimsus Polda Kalteng saat menggelar konferensi pers kasus perdagangan sianida tanpa izin. Foto-apahabar/Andre

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Polisi berhasil membongkar perdagangan zat kimia tanpa izin jenis sianida di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam operasi tersebut, polisi menetapkan seorang ibu rumah tangga berinisial SD (25) sebagai tersangka.

Pelaku merupakan warga jalan Temanggung Tilung II, Kelurahan Menteng, Palangka Raya.

Bukan kaleng-kaleng. Dari tangan tersangka, polisi menemukan 27 drum sianida dengan berat 1,350 ton. Masing-masing memiliki berat 50 kilogram per drum.

Dirkrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Kaswandi Irawan bilang sianida berkaitan erat dengan maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan keterangan tersangka, sianida ini dijual kepada para penambang emas ilegal yang ada di Murung Raya,” ucap Kombes Pol Kaswandi Irawan, Selasa (30/8).

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah tiga kali mendatangkan sianida tanpa izin tersebut sejak 2021. Sehingga, total keseluruhan 3,750 ton.

Tersangka membeli dengan harga Rp4,7 juta per drum, dan dijual kembali senilai Rp5-6 juta.

“Sianida didatangkan dari luar Kalteng melalui jalur Sampit, namun persisnya dari daerah mana, ini masih kami lakukan penyelidikan,” katanya.Ia mengungkapkan, barang bukti yang disita telah dilakukan uji sampel laboratorium di Surabaya. Tujuannya untuk memastikan bahwa zat kimia itu benar sianida.

“Jadi pengungkapan kasus ini adalah salah satu upaya menekan maraknya illegal mining di Kalteng. Yang mana zat kimia ini memiliki dampak buruk terhadap lingkungan,” tutupnya.

Akibat ulahnya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 106 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Al Mazaya Islamic School

Hot Borneo

Masya Allah… 5 Lulusan Al Mazaya Islamic School Hafal 30 Juz Alquran
Pertikaian Berdarah Parkir Diskotik Grand Banjarmasin

Hot Borneo

Dilatari Cemburu, Pertikaian Berdarah Pecah di Area Parkir Diskotik Grand Banjarmasin
Pemerkosaan Polisi

Hot Borneo

Mahasiswi ULM Dicekoki Miras, Diperkosa Polisi, Bantuan Belum Terealisasi
Kecelakaan gambut

Hot Borneo

Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut
Subhan

Hot Borneo

Subhan Diseret-Dipukuli, Sudah Tiga TO Tewas di Tangan Kepolisian Kalsel
Masker

Hot Borneo

Presiden Isyaratkan Lepas Masker, Wali Kota Banjarmasin: Anak Saya Bilang Enak Pakai Masker
Guru Kapuh

Hot Borneo

Haul Sang Guru, Simpur Bakal Penuh ‘Lautan Manusia’
Alfamart

Hot Borneo

Tragedi Alfamart Ambruk di Gambut, TNI-Polri hingga Relawan Terlibat Evakuasi Korban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com