Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran, IRES: Kurangi Pencitraan Politik

- Apahabar.com     Rabu, 3 Agustus 2022 - 23:38 WITA

Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran, IRES: Kurangi Pencitraan Politik

Penyesuaian harga Pertamax Cs juga berlaku di Kalsel. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Resource Study (IRES), Marwan Batubara mengungkapkan isu mengenai subsidi BBM tidak tepat sasaran sudah biasa dihadapi sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, tidak kunjung menemukan solusi dan tidak ada penerapan kebijakan secara konsisten, bahkan hanya dinikmati kalangan tertentu.

“Menjelang pemilu, citra politik tetap terjaga atau menjadi alat untuk mendongkrak citra politik. Yang dilakukan adalah BBM tidak naik, subsidi APBN meningkat, tapi yang menerima subsidi itu lebih banyak orang mampu,” ucap Marwan dalam diskusi publik yang disiarkan secara daring, Rabu (3/8).

Marwan mengatakan bila anggaran subsidi dapat berkurang, hal tersebut dinilainya dapat mengentaskan kemiskinan yang sifatnya sosial. Namun upaya tersebut lebih banyak tersendat dan dinikmati oleh orang mampu.

Karena itu, kata Marwan, sebaiknya ada solusi yang secara konsisten mampu dan mengurangi kepentingan untuk pencitraan politik. Bila upaya tersebut dapat dilakukan, lalu dilanjutkan dnegan mencari kesepakatan kes eluruh unsur dari partai, kalangan ormas atau sebagainya.

“Buktinya waktu Presiden SBY sebagai penguasa, bukan terlalu banyak subsidi di APBN sampai Rp300 triliun, tapi tidak tepat sasaran. Sekarang ini Jokowi sebetulnya sudah ditolong diperiode pertama dengan murahnya harga minyak dunia, sempat malah cuma USD 20,” ujar Marwan.

Lebih lanjut, Marwan berharap pembuatan konsensus nasional dan disepakatilah harga yang bisa berkelanjutan guna adanya dana stabilisasi. Ia juga mengusulkan agar harga BBM dapat dijaga hingga di level tertentu. Sebab, bila terjadi selisih harga, maka sisa dari dana yang dijaga untuk dikeluarkan ketika harga BBM akan naik kembali.

“Jika harga BBM turun, mengikuti turunnya harga minyak dunia, tetap saja dijaga di level tertentu. Lalu kalau ada selisih disimpan, waktu naik jangan ngikutin harga yang tinggi tetapi turunkan dibanding harga perekonomian dengan cara menggunkan dana yang di simpan tadi,” tutupnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Mesranya Polisi-TNI dan Tokoh Kelumpang Kotabaru Saat HUT Bhayangkara ke-76

News

Terapkan Ekonomi Kerthi, Bali Upayakan Penurunan Emisi Karbon

News

Elf EV Jadi Jagoan Isuzu di GIIAS 2022
Lebaran

News

Mudik Lebaran, Catat Pesan Kapolres Kapuas

News

Mahfud Md Yakin Polisi Bisa Tuntaskan Kasus Brigadir J: Kawal Dari Ranjau Geng Pelaku
Salman

News

Sssttt…Penyerang Salman Rushdie Diduga Terafiliasi dengan Iran
Operasi

News

Ops Kewilayahan Sikat Intan, Polres Tapin Amankan Puluhan Tersangka
apahabar.com

News

apahabar.com Ramaikan HIPMI & APKASI Expo 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com