Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Tak Hanya China, RI Juga Libas Ekonomi AS

- Apahabar.com     Sabtu, 6 Agustus 2022 - 13:38 WITA

Tak Hanya China, RI Juga Libas Ekonomi AS

Presiden Joko Widodo. Foto-dok biro pers

apahabar.com, JAKARTA  – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 berhasil mencapai 5,44% secara tahunan atau year on year (yoy) dan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 3,72%.

Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut, ekonomi Indonesia jauh dari kata resesi.

Resesi ekonomi adalah kondisi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif hingga dua kuartal berturut-turut. Kondisi ini biasanya dipengaruhi ketidakstabilan investasi, konsumsi, pendapatan nasional, pengeluaran, dan ekspor-impor,

“Kalau sampai Kuartal II-2022 ini, menurut saya (Ekonomi Indonesia) masih jauh dari resesi. Tapi Kuartal III-2022 dan seterusnya kita harus waspada,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/8/2022).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 juga berhasil lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Amerika Serikat (AS) misalnya, yang ekonominya hanya mampu tumbuh 1,6% (yoy) dan -0,9% (qtq). China juga memburuk dengan pertumbuhan 0,4% (yoy).

dua faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II-2022, yakni karena kenaikan harga komoditas unggulan di pasar internal, hingga konsumsi masyarakat yang meningkat.

Konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama perekonomian berhasil tumbuh 5,51% (yoy). Peningkatan ini didukung oleh momen hari raya yang terjadi pada Mei 2022. Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 51,47% dalam pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sektor ini menjadi penopang utama.

Pendorong lainnya adalah ekspor yang tumbuh hingga 19,74% (yoy). Kinerja ekspor ditopang lonjakan harga pada sejumlah komoditas unggulan Indonesia di pasar global, seperti batu bara, nikel, tambang dan minyak kelapa sawit.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Menkes Ungkap Kriteria Tenaga Kesehatan Honorer Prioritas ASN
Ilustrasi gempa. Foto-Istimewa

News

BMKG Ungkap Penyebab Gempa di Jawa Timur

News

Harga Emas Antam Hari Ini, Rp978 Ribu per Gram
GPDRR

News

Alasan & Keuntungan Indonesia Jadi Tuan Rumah GPDRR ke-7

News

Pesan Jokowi Saat Salat Id di Istiqlal: Tebar Kebaikan Sebanyak-banyaknya

News

Atlet Bulu Tangkis Porprov Juarai Piala Ketua DPRD HSS
Covid-19 Banjarmasin

News

Hari Ini, 600 Lebih Warga Banjarmasin Sembuh Covid-19
pencuri sparepart united tractor

News

Tak Berkutik, Pencuri Sparepart United Tractor Angsana Tanbu Ditangkap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com