Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Tok! Ratu Arisan Bodong Banjarmasin Dihukum Lebih Ringan

- Apahabar.com     Senin, 1 Agustus 2022 - 22:36 WITA

Tok! Ratu Arisan Bodong Banjarmasin Dihukum Lebih Ringan

Suasana persidangan ratu arisan bodong di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (1/8). Foto: apahabar.com/Riyadh Dafhi

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah melalui serangkaian persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin menjatuhkan vonis untuk ratu arisan bodong Rizky Amelia, Senin (1/8).

Dalam sidang putusan yang dipimpin hakim Heru Kuntjoro, wanita berusia 25 tahun itu dihukum 1 tahun 9 bulan penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan dijatuhkan pidana penjara 1 tahun 9 bulan,” papar Heru Kuntjoro.

Selain kurungan badan, wanita yang biasa disapa Ame itu juga diwajibkan mengganti uang para korban senilai Rp650 juta.

Penggantian uang korban atau restitusi tersebut harus dibayarkan 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

“Apabila terdakwa tidak bisa melaksanakan pembayaran restitusi, barang bukti yang disita akan dilelang untuk membayar restitusi,” jelas Heru.

“Terdakwa juga harus mengembalikan uang modal dari usaha yang dikelola bersama korban,” sambungnya.

Setelah mendengar keputusan itu, Ame hanya terdiam dan menyerahkan langkah hukum selanjutnya kepada penasehat hukum.

Masih seperti sidang sebelumnya, Ame mengikuti persidangan secara daring dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas IIA Martapura.

Diketahui vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

“Atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim, kami akan pikir-pikir,” sahut Syahrani selaku penasehat hukum Ame.

Sementara JPU dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji, juga mengambil langkah serupa sebelum melakukan banding atau menerima. Meski begitu, JPU masih punya waktu sebelum putusan dinyatakan berkekuatan tetap.

“Sama dengan pernyataan sikap penasehat hukum terdakwa, kami juga menyatakan untuk pikir-pikir,” papar Radityo Wisnu.

“Putusan memang jauh harapan. Namun Alhamdulilah permohonan ganti rugi yang diajukan oleh para korban dikabulkan,” sambungnya.

Kasus penipuan ini mulai terungkap di awal 2022, serta menjadi perhatian publik lantaran korban cukup banyak. Pun total kerugian diperkirakan lebih dari Rp11 miliar.

“Putusan ini sendiri merupakan sidang pertama dari lima perkara atas terdakwa yang sama. Empat perkara masih dalam penyelidikan dengan rincian satu di Polresta Banjarmasin, serta tiga di Polda Kalsel,” pungkas Radityo.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Geger! Pemuda Tewas Bersimbah Darah-Luka Leher di Kelayan
Mardani H Maming

Hot Borneo

Kuasa Hukum Bantah Mardani Maming Mangkir dari Sidang Dugaan Suap IUP
Gempa Paser

Hot Borneo

Terasa hingga Tabalong, BMKG: Gempa di Paser Tak Ancam IKN
Napi

Hot Borneo

Batako Olahan Warga Binaan Lapas Kotabaru Siap Bersaing di Pasaran

Hot Borneo

Sempat Temukan Gejala, Kalsel Masih Nihil Kasus Hepatitis Akut
Sidang Ame

Hot Borneo

Cerita Polisi Berbisnis Kuliner dengan ‘Ratu’ Arisan Bodong Banjarmasin

Hot Borneo

Jembatan di Santuun Tabalong Ambruk, Truk Terjun Bebas

Hot Borneo

Hepatitis Akut Diduga Masuk ke Kaltim, Seorang Bocah Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com