Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

Usai Jokowi Kunjungi Negara Asia Timur, Indonesia Meraup Investasi Rp174 T

- Apahabar.com     Jumat, 5 Agustus 2022 - 19:02 WITA

Usai Jokowi Kunjungi Negara Asia Timur, Indonesia Meraup Investasi Rp174 T

Presiden Joko Widodo. Foto: Setkab.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke sejumlah negara Asia Timur seperti Jepang, China, dan Korea Selatan pada 26-28 Juli. Hasil kunjungan tersebut membuat Indonesia berhasil mendapatkan investasi sekitar Rp174 triliun yang berasal dari 10 perusahaan asal Korea Selatan dan 10 perusahaan asal Jepang.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan menyebutkan sejumlah perusahaan asal Jepang yang akhirnya akan berinvestasi di Indonesia seperti Toyota Motor Corporation, Sojitz Corporation, Mitsubishi Corporation, Mitsubishi Motor Corporation, Mitsubishi Chemical Group, Denso Corporation, Toyota Tsusho, Sharp Corporation, Inpex Corporation dan Kansai Electric Power.

“Semua investasi dari Jepang ini kita bisa melihat bahwa mereka investasi yang membawa teknologi artinya dalam sisi kontribusi dari peningkatan kualitas ekonomi kita maka dia akan memberikan penguatan struktur ekonomi terhadap industri yang ada di indonesia,” ungkapnya dalam forum diskusi Diplomasi Ekonomi Indonesia Menuju Investasi Inklusif Berkelanjutan, yang disiarkan secara daring, Jumat (5/8).

Dia juga menambahkan bahwa 10 perusahaan yang akhirnya terpilih ini merupakan hasil dari kurasi dan seleksi dari perusahaan di masing-masing negara yang dinilai akan memberikan kontribusi terhadap kegiatan investasi di Indonesia. Adapun nilai investasi yang didapat dari Jepang mencapai Rp75.4 triliun sedangkan dari Korea Selatan mencapai sekitar Rp100 triliun.

Menurutnya hal seperti ini yang ditekankan oleh Presiden agar hubungan bilateral maupun multilateral yang dibangun bisa memberikan penguatan dan percepatan bagi kegiatan investasi dan bisnis.

“Ditekankan bahwa setiap kunjungan keluar negeri itu harus mendapatkan hasil investasi jadi bukan hanya kunjungan yang diberikan dalam konteks diplomasi masih bilateral saja antara pemerintah dengan pemerintah atau negara dengan negara,” tutupnya. (Thomas)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Segera Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Mesti Lulus Screening

News

Lebaran, Ratusan Napi di Rutan Tanjung Diganjar Remisi
Haji

News

Calon Haji Kalsel Sabar Dulu! Tunggu Keputusan Kementerian Agama

News

Catat! Dua Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia Akhir Juli 2022
Gubernur Khofifah

News

Hmmm… Gubernur Khofifah Kupaskan Nanas PK-1 untuk Prabowo Subianto

News

Serangan Udara di Kharkiv Ukraina, 4 Orang Tewas
MK

News

Rifqinizamy Karsayuda Optimis Sembilan Hakim MK Tolak Gugatan UU IKN

News

Ketum PBNU dan Menag Bertemu Megawati, Bahas Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com