Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao

Usul Perubahan Skema Pembiayaan Pensiunan PNS Dikaji

Pemerintah saat ini tengah mengkaji usul pembiayaan pensiunan PNS. Saat ini pemerintah menggunakan skema pay as you go.
- Apahabar.com     Senin, 29 Agustus 2022 - 21:47 WITA

Usul Perubahan Skema Pembiayaan Pensiunan PNS Dikaji

Ilustrasi PNS. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah saat ini tengah mengkaji usul pembiayaan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat ini pemerintah menggunakan skema pay as you go. Dimana dana pensiun PNS disiapkan dan dibayarkan saat PNS telah pensiun.

“Saat ini kita melihat bahwa kita belum mengadopsi pola yang terbaik,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dikutip dari Antara, Senin (29/8) malam.

“Apakah dengan pay as you go itu yang terbaik, karena artinya dana pensiun PNS yang pensiun 10 sampai 15 tahun lalu menjadi beban hari ini,” lanjut dia.

Perubahan skema pembiayaan dana pensiun dimaksud, dari skema pay as you go menjadi skema fully funded. Dimana pemerintah mulai menyisihkan dana pensiun bagi setiap PNS secara sistematis setiap bulan sejak PNS tersebut mulai bekerja.

“Akan lebih bagus kalau pemerintah sudah menyisihkan dana pensiun bagi setiap PNS sejak awal sehingga pada saat pembayaran, pembiayaan dana pensiun berasal dari kerja PNS itu sendiri,” terangnya.

Pasalnya dengan skema pay as you go, pemerintah baru menyiapkan dana pensiun bagi PNS sejak PNS tersebut memasuki masa pensiun dengan besaran yang didasarkan pada formula yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah.

“Jadi sekarang ada yang mengatakan sebaiknya menggunakan fully funded, agar pembiayaan dana pensiun tidak menjadi beban orang atau PNS pada masa yang akan mendatang,” katanya.

Dengan perubahan skema, pemerintah juga memandang perlu membentuk dana pensiun yang dapat dikelola baik oleh Badan Layanan Umum, PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN), maupun oleh Kementerian Keuangan.

“TASPEN akan mengakumulasikan dana sampai dana pensiun ini terbentuk. Kalau dana pensiun sudah terbentuk dari skema fully funded, dana yang ada di TASPEN akan ditarik ke dana pensiun ini, yang akan bisa dikelola oleh TASPEN atau Menkeu sendiri,” ucapnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

wuling almaz hybrid

News

Wuling Bakal Rilis 3 Mobil Baru di Indonesia, Ada yang Bermesin Hybrid
Bandara SAMS Balikpapan

News

Bandara Balikpapan Hapus Syarat Antigen & PCR, Penumpang Belum Tahu
raffi beli porsche

News

Bukan Main, Raffi Ahmad Baru Beli Mobil Klasik Porsche 356 Speedster, Begini Wujudnya

News

Cara Komunitas Taman Baca Pelangi Palangka Raya Rayakan HAN 2022
Ekspor Komoditi Sulsel

News

Selama 4 Bulan, Ekspor Komoditi Sulsel capai 600,4 Juta Dolla AS
Jemaah Haji

News

11 Juni, Jemaah Haji Banjar Mulai Diberangkatkan
Partai

News

Partai Ummat Kalsel Mantap Menatap Pesta Demokrasi 2024
Kadin Kalsel

News

Migor Banjiri Pasar di Kalsel, Ekonom: Bukti Kebijakan HET Tak Tepat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com