Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

3 Bulan Beraksi, Ditresnarkoba Polda Kalsel Sita 26 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Perdagangan narkotika di Kalsel terus dibabat Ditresnarkoba Polda Kalsel. Tiga bulan beraksi, 26 kg sabu dan ribuan ekstasi disita.
- Apahabar.com     Rabu, 21 September 2022 - 13:01 WITA

3 Bulan Beraksi, Ditresnarkoba Polda Kalsel Sita 26 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Ditresnarkoba Polda Kalsel menunjukkan barang bukti sitaan kasus narkotika selama tiga bulan beraksi sebelum dimusnahkan, Rabu (21/9). Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Perdagangan narkotika di Kalimantan Selatan berhasil dibabat Ditresnarkoba Polda Kalsel.

Tercatat sejak Juli – September 2022, jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel membongkar 41 kasus peredaran barang haram tersebut.

Selama 3 bulan itu, hasilnya tak tanggung-tanggung. Ditresnarkoba Polda Kalsel menyita 26 Kg lebih sabu-sabu dan 3.429 butir ekstasi disita dari 64 tersangka.

Tadi siang, Rabu (21/9), para tersangka beserta barang bukti puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi dipublikasikan ke publik sekaligus dimusnahkan.

“Ini hasil pengungkapan gabungan Subdit satu, dua dan tiga,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Moch Rifa’i didampingi Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Tri Wahyudi saat pres rilis di halaman Mapolda Kalsel.

Pemusnahan barang bukti dilakukan secara simbolis dengan cara diblender. Dilakukan secara bersama-sama dengan instansi terkait, BNN, Kejaksaan, Bea Cukai, serta BPOM.

Adapun sisanya dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan incinerator di RSUD Ansari Saleh.

“Pemusnahan ini sebagai bentuk keseriusan kami dan pertanggungjawaban kami kepada masyarakat,” ucap Kombes Tri Wahyudi.

Dijelaskan Kombes Tri Wahyudi, bahwa hasil penyidikan yang dilakukan dari 41 kasus peredaran narkoba paling banyak merupakan jaringan lintas Kalimantan.

Narkoba tersebut paling banyak masuk dari Kalimantan Barat dan Utara baik melalui pintu masuk darat maupun perairan.

Sedang para pelaku paling banyak berasal dari wilayah Kalsel sendiri.

“Yang terakhir itu masuk dari Surabaya. Dari pintu perairan kemudian kami eksekusi di Kalsel,” bebernya.

Ditresnarkoba Polda Kalsel kata Kombes Tri Wahyudi berkomitmen untuk terus menekan laju peredaran narkoba khususnya di wilayah Kalsel.

Keterlibatan masyarakat dalam membantu memberikan informasi jika ada menemukan adanya indikasi peredaran narkoba tentu juga sangat diharapkan.

“Tentu kami berharap sekali kepada masyarakat, kami dengan teman-teman instansi lain, Bea Cukai, BNN, dan Kejaksaan berupaya semaksimal mungkin untuk membendung lanjut peredaran narkoba khususnya di Kalsel,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Seludupkan Sabu

Hot Borneo

Nitip Pisang Ijo Siang Ramadan, Mr X Malah Seludupkan Sabu ke Lapas Kotabaru

Hot Borneo

Terjerat Bisnis Togel, Oknum Aparat Desa Pampanan Tabalong Masuk Bui

Hot Borneo

Antre Minyak Goreng, Seorang Ibu di Kaltim Meninggal

Hot Borneo

Sepanjang Agustus 2022, Puluhan Tersangka Kasus 303 di Kalteng Diciduk
Kodim 1003/HSS melaksanakan pemotongan hewan kurban. Foto-apahabar.com/Nuha

Hot Borneo

Iduladha 1443 H, Kodim 1003/HSS Potong 9 Ekor Hewan Kurban
Korupsi HSU

Hot Borneo

Jurus Jitu Maliki Lolos dari Jerat Jaksa Kalsel Sebelum OTT KPK
Brimob Banjarbaru

Hot Borneo

Sempat Ditutup Gegara Terendam, Jalan A Yani Depan Brimob Banjarbaru Kembali Dibuka
Makam Pahlawan

Hot Borneo

HUT RI ke-77, Lapas & Rutan Tanjung Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com