Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Adaro Dapat Izin Perpanjang IUPK-KOP, KAHMI Tabalong Buka Suara

- Apahabar.com     Senin, 19 September 2022 - 22:41 WITA

Adaro Dapat Izin Perpanjang IUPK-KOP, KAHMI Tabalong Buka Suara

Ilustrasi karyawan Adaro. Foto-Dok/apahabar

apahabar.com, TANJUNG – Majelis Daerah Korp Alumni Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) buka suara terkait terbitnya perpanjangan izin pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong dan Balangan.

Koordinator Presidium MD KAHMI Kabupaten Tabalong, Muryadie, mengatakan sejak awal dirinya menyakini izin tersebut bakal didapat Adaro.

“Kita tahu siapa pemilik Adaro itu, meski di tengah gonjang-ganjing soal reklamasi mereka tetap dapat izin,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (19/9) malam.

Sekarang, Kata Muryadie, tinggal bagaimana pemerintah daerah dan DPRD Tabalong menyikapinya. Pemerintah dan dewan Tabalong, lanjut dia, hendaknya membuka mata dan telinga terkait masalah ini.

“Hal yang bisa di nego kembali ke Adaro adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya. Jika dibandingkan dengan Berau Coal di Kalimantan Timur, CSR Adaro jauh di bawahnya padahal produksinya Adaro jauh di atas Berau Coal,” kata Muryadie.

Pada 2019, produksi Berau Coal 24 juta metrik ton, sedangkan Adaro 58,03 juta metrik ton.

“Dengan 24 juta metrik ton, CSR Berau Coal sekitar 16 juta dollar atau Rp 240 miliar. Sedangkan Adaro hanya sekitar Rp 45 miliar,” jelasnya.

Muryadie mendesak Pemkab Tabalong bersama DPRD membicarakan kembali soal besaran dana CSR Adaro.

“Bicarakan dengan Adaro tambahan CSR seperti Berau Coal dan gunakan untuk kemakmuran masyarakat Tabalong,” desaknya.

Muryadi juga berharap dalam pembahasan CSR, Adaro dan perusahaan lainnya agar terbuka, sehingga masyarakat tidak curiga.

“Saya baca di media, Rapat Dengar Pendapat (RDP) di dewan membahas program CSR malah tertutup. CSR ini untuk kepentingan publik,  kenapa tertutup RDP-nya,” sesalnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

pelecehan seksual

Hot Borneo

Dibuntuti, Diculik, Bidan di Kubar Kaltim Dilecehkan Kakak Sendiri
Penganiayaan

Hot Borneo

Pakaian Digunakan Mengelap Kencing, Nenek di Kukar Dianiaya Cucunya
pembunuhan anggota menwa amuntai

Hot Borneo

Sidang Pembunuhan Anggota Menwa Amuntai; Fakta Baru Mencuat Soal Predator Anak

Hot Borneo

Ambil Narkoba di Depan Lapangan Tenis, Dua Warga Tabalong Disergap Polisi 
Gempa

Hot Borneo

Imbas Gempa Mamuju Sulbar, Kantor BNI Banjarmasin Bergetar

Hot Borneo

Edarkan Sabu, Warga Kaltim Dibekuk Polisi Kotabaru di Perbatasan
Kecelakaan

Hot Borneo

Adu Banteng Motor Vs Truk di Cempaka Banjarbaru, Pengendara Tewas Seketika
Tersengat

Hot Borneo

Hari Ini Jenazah Satu Keluarga Tewas Tersengat Listrik di Kotabaru Dimakamkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com