Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

BPH Migas Minta Pemilik Mobil RON Tinggi Tidak Menggunakan RON Rendah

- Apahabar.com     Senin, 19 September 2022 - 16:56 WITA

BPH Migas Minta Pemilik Mobil RON Tinggi Tidak Menggunakan RON Rendah

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS), Saleh Abdurrahman. Foto: Kanal YouTube Singapore International Energy Week.

apahabar.com, JAKARTA – Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS), Saleh Abdurrahman mengungkapkan pihaknya akan melakukan diskusi dengan industri otomotif agar pemilik mobil yang seharusnya menggunakan Research Octane Number (RON) tinggi bisa menyesuaikan arahan untuk tidak menggunakan RON rendah.

“Ya ini memang kalau sistem distribusi terbuka semua orang boleh beli, dan umumnya orang itu cenderung membeli yang murah,” ujar Saleh dalam diskusi publik di kanal YouTube PIPAMAS, Senin (19/9).

Ia juga menyampaikan jika kuota subsidi BBM jenis solar justru mengalami penurunan dari tahun 2021 sampai 2022. Pada saat tahun 2021 kuota tersebut bisa mencapai 15,8 juta kilo liter solar, saat ini hanya 15,1 juta kilo liter. Hal itu disebabkan karena saat ini ekonomi masyarakat sudah mengalami perbaikan.

“Di tahun 2022 ini kita over juga karena sudah mulai perbaikan ekonomi. Kemudian Covid-19 juga sudah berakhir sehingga pertumbuhannya itu tinggi sekali,” ucapnya.

Hal itu disampaikan karena perubahan proyeksi kuota yang dibutuhkan saat ini mengalami perubahan. Selain itu, kepada pemerintah daerah ia meminta agar mempersiapkan proyeksi kebutuhan solar di masing-masing daerah per tahunnya.

“Cara kita tahun ini akan meminta ke Pemda berapa proyeksi kebutuhan solar anda di tahun depan 2023, Lalu kemudian kita diskusi dengan PT Pertamina,” katanya.

Cara ini dilakukan BPH Migas agar produksi solar setiap tahunnya bisa terpenuhi ke setiap daerah. Setelah itu, proses yang dilakukan adalah mengajukan proses penyesuaian ke Komisi VII DPR RI dalam proses perencanaan.

Ia juga menyinggung tidak tepat sasaran masyarakat penerima subsidi dikarenakan masyarakat yang mampu masih menggunakan BBM yang murah. Selain itu, orang itu sebetulnya tidak butuh subsidi sesungguhnya mampu membeli dengan harga yang sudah ditetapkan.

Saleh menambahkan hal tersebut juga diperparah dengan masih adanya masyarakat yang memanfaatkan kuota subsidi tersebut sehingga maraknya penimbunan yang terjadi.

“Penyalahgunaan yang betul betul adalah seperti di timbun, pengisian yang sehari yang berulang ulang 200 liter takutnya dijual ke industry ini penyalahgunaan ya dan masuk ke ranah pidana dan di proses ke kepolisian,” pungkasnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

News

Muhadjir Batalkan Pencabutan Izin Pesantren Shiddiqiyyah di Jombang
Dedi Mulyadi

News

Bupati Purwakarta Anne Ratna Gugat Cerai Dedi Mulyadi, PA Ungkap Tanggal Persidangan

News

Gubernur: UCI MTB Eliminator 2022 Siap 90 Persen

News

Datangi KPK, Anies Baswedan Tak Sempat ke Balaikota
Presiden Vladimir Putin

News

Geram, Putin Ancam Negara yang Beri Sanksi ke Rusia

News

Sidang Kasus Paniai, PBHI: Komnas HAM Bukan Tuntaskan Masalah Justru Merepresif Papua
Investor Hongkong

News

Investor Hongkong Tertarik Berinvestasi di IKN Nusantara

News

20 UKM Dipromosikan Sebagai Merchandise G20 Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com