Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Ekonom Kalsel Ungkap 2 Penyebab Kenaikan BBM Ditolak Masyarakat

Ekonom Kalimantan Selatan, Mochammad Zainul menyebutkan, dua penyebab kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) mendapatkan reaksi keras.
- Apahabar.com     Kamis, 8 September 2022 - 11:32 WITA

Ekonom Kalsel Ungkap 2 Penyebab Kenaikan BBM Ditolak Masyarakat

Aksi HMI Kalsel di depan Kantor DPRD Kalsel. Foto-Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Ekonom Kalimantan Selatan, Mohammad Zainul menyebutkan, dua penyebab kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) mendapatkan reaksi keras dari masyarakat.

“Ada dua penyebab mengapa kenaikan BBM ini mendapat reaksi keras dari  masyarakat,” ucap Mohammad Zainul kepada apahabar.com, Kamis (8/9) pagi.

Pertama, kata dia, waktunya kurang tepat. Mengingat, kondisi ekonomi kini belum sepenuhnya pulih, sehingga kenaikan BBM semakin menurunkan daya beli masyarakat.

“Kita ketahui bahwa kondisi ekonomi belum 100 persen pulih akibat pandemi Covid-19,” kata Wakil Rektor I Universitas Islam Kalimantan (Uniska) tersebut.

Kedua, sambung dia, persentase kenaikan BBM sangat tinggi, yakni hampir 30 persen.

“Seandainya 5-10 persen mungkin tidak sekeras ini reaksinya,” ujar mantan Direktur Pasca Sarjana Uniska ini.

Ekonom

Ekonom Kalsel, Mohammad Zainul. Foto-Istimewa

Lantas mengapa kenaikan BBM nyaris 30 persen?

Dia mengatakan, kenaikan BBM bisa jadi akibat gejolak harga minyak dunia.

“Mungkin karena gejolak harga minyak dunia, sehingga mau tidak mau pemerintah turut menaikkan BBM,” jelasnya.

Kendati demikian, menurutnya, kenaikan BBM merupakan political will pemerintahan Joko Widodo.

“Ini merupakan political will pemerintah. Siapa tahu fokus APBN ke arah infrastruktur, bukan ke subsidi. Misalnya seperti menggenjot pembangunan IKN Nusantara. Itu hanya pemerintah yang tahu,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Kebakaran Belasan Ruko di Balikpapan, 2 Warga Diperiksa
Kapal Tanah Laut

Hot Borneo

Kapal Diamuk Massa di Tanah Laut, Gus Hanies Angkat Bicara

Hot Borneo

Baru Bebas, Residivis Curanmor di Banjarbaru Kembali Masuk Bui
MTQN

Hot Borneo

MTQ Nasional di Kalsel, Hunian Kamar Hotel Banjarmasin Penuh
Pasar Murah Palangka Raya

Hot Borneo

Kendalikan Inflasi, Bawang Merah Dijual Rp30 Ribu per Kg di Langkai Palangka Raya
Bupati Balangan

Hot Borneo

Bupati Abdul Hadi Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkab Balangan

Hot Borneo

Bejat! Paman Setubuhi Keponakan Masih ABG di Banjarbaru

Hot Borneo

Semua Puskesmas di Banjarmasin Siap Melayani Selama Cuti Bersama Lebaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com