Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Empat Perlakuan Istimewa Putri Candrawathi Pada Kasus Brigadir J

- Apahabar.com     Kamis, 1 September 2022 - 15:37 WITA

Empat Perlakuan Istimewa Putri Candrawathi Pada Kasus Brigadir J

apahabar.com, JAKARTA – Putri Candrawathi, istri dari Irjen Ferdy Sambo yang juga menjadi salah satu dari lima orang tersangka kasus penembakan dan pembunuhan berencana Brigadir J menjadi sorotan.

Pasalnya, ada beberapa keistimewaan diterima putri dari penyidik dari kepolisian.
Salah satunya, istri Ferdy Sambo itu masih menghirup udara bebas.

Dari pantauan saat proses rekonstruksi kemarin, (31/8). Putri tidak terlihat mengenakan baju seragam oranye seharusnya tahanan kenakan.

Dirinya mengenakan pakaian berwarna putih dan bersolek dengan menjinjing tas bermerk yang juga menjadi perhatian publik.

Berbeda dengan keempat tersangka lainnya, yang mengenakan seragam oranye tersebut. Padahal, Putri juga termasuk dalam pelaku pembunuhan berencana.

Kedua, tangan Putri tidak diborgol layaknya keempat tersangka lainnya. Putri leluasa menggerakkan tangannya hingga bisa memakaikan masker kepada suaminya Ferdy Sambo pada saat rekonstruksi berlangsung.

Selanjutnya, ketiga ada keistimewaan Putri Candrawathi terkait tidak ditahan alias dijebloskan penjara. Keempat, agenda pemeriksaan di Mabes Polri, Putri selalu tak terlihat masuk atau pun keluar. Beberapa kali awak media terkecoh.

“Terkait penahanan ibu Putri, kami sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat 1 KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) itu kita boleh mengajukan permohonan karena alasan kemanusiaan,” ungkap Arman Hanis selaku kuasa hukum Candrawathi di gedung Bareskrim Polri.

Menurut Arman, permintaan dari kuasa hukum Putri agar tidak dilakukan penahanan terhadap kliennya itu telah dikabulkan penyidik tim khusus (Timsus) Polri di Bareskrim Polri.

“Alhamdulillah penyidik mempertimbangkan hal-hal terkait kemanusiaan ya. Sehingga penyidik mengabulkan, tetapi diminta untuk diberikan wajib lapor 2×1 minggu,” ujar Arman. (Regent) 

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

ASN HSS

News

Kepala BNPT: ASN Masuk Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme

News

Direktur Ducati Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Indonesia
wuling air ev

News

Lewati Beragam Pengujian Ketahanan, Wuling Jamin Baterai Air ev Aman Digunakan
JIS

News

Anggota DPRD DKI PDI P,  Komentari Pagar Pembatas JIS yang Roboh

News

PBNU Minta Menag Bahas Ulang Izin Ponpes ‘Mas Bechi’ dengan Majelis Masyayikh
Mahkamah Konstitusi

News

Kabar dari MK: Gugatan Ambang Batas Capres 20 Persen Berguguran!

News

Mantan Ketua Umum Apkasi, Abdullah Azwar Anas Dilantik Jadi Menpan-RB

Nasional

Tim Khusus Bentukan Kapolri Periksa Ulang Pihak Keluarga Brigadir J
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com