Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Ganti Oli Jangan Tunggu 6 Bulan, Faktor Ini Bisa Berdampak Buruk pada Mobil

Berdasarkan anjuran manual book, pemilik mobil banyak yang mengikuti untuk ganti oli mesin sesuai jarak tertentu atau dari waktu sekian bulan
- Apahabar.com     Senin, 19 September 2022 - 16:01 WITA

Ganti Oli Jangan Tunggu 6 Bulan, Faktor Ini Bisa Berdampak Buruk pada Mobil

Mengenai penggunaan pelumas pada mobil, juga harus dipastikan sesuai dengan spesifikasi dari pabrikan. (Foto: dok. Suzuki)

apahabar.com, JAKARTA – Sesuai anjuran dalam buku manual kendaraan yang didapat ketika membeli mobil, pabrikan mematok perawatan atau ganti oli setiap 6 bulan sekali atau 10.000 km.

Berdasarkan anjuran manual book tersebut, pemilik mobil banyak yang mengikuti untuk ganti oli mesin sesuai jarak tertentu atau melihat dari waktu sekian bulan.

Padahal penggantian oli pada mobil, sebaiknya jangan terpaku pada interval setiap 6 bulan sekali.

Banyak faktor lain yang perlu diketahui, seperti ketika mobil jarang digunakan, tapi sudah lebih dari 6 bulan, sebaiknya tetap dilakukan penggantian oli mesin, meski jarak tempuh belum mencapai 10.000 km.

Atau sebaliknya, jika kondisinya mobil sering digunakan dengan jarak tempuh yang cukup jauh hingga sudah lewat dari 10 ribu km tapi belum sampai 6 bulan.

Menanggapi hal itu, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana, menjelaskan, bahwa perawatan mobil yang paling tidak boleh sampai terlewat adalah mengganti oli.

“Seiring penambahan jarak tempuh dan waktu pemakaian, ada masanya kualitas oli berkurang. Tentu, akan berdampak buruk di masa mendatang bila diacuhkan dan tidak diganti sesuai masa pakainya,” ungkap Brahma melalui keterangannya, beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, pemilik kendaraan sering salah tentang kapan waktu yang tepat mengganti oli mobil kesayangannya.

Menurut Brahma jika kondisi mobil sering terjebak di kemacetan maka pemilik mobil harus sering-sering mengecek kondisi oli mesin.

Terlebih jika usia mobil sudah di atas 5 tahun, sebaiknya rutin mengecek kondisi oli mesin melalui dipstick.

“Jika kondisi volume oli pada dipstick sudah berkurang dari level minimum, dan terakhir ganti oli sudah lebih dari 2 bulan ada baiknya segera ganti oli,” terangnya.

Sesuai Anjuran Pabrikan

Mengenai penggunaan pelumas pada mobil, juga harus dipastikan sesuai dengan spesifikasi dari pabrikan.

Jenis viskositasnya juga harus sesuai, misalkan pabrikan mengajurkan pelumas 0W-20, maka sebaiknya pelumas menggunakan viskositas yang sama.

Hindari penggunaan oli mineral meskipun harganya lebih murah, karena bisa memberikan efek jangka panjang pada mesin mobil itu sendiri.

Editor: Denny Firmansyah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Halangi Pengungkapan Kasus Pembunuhan Brigadir J, Oknum Polisi Terancam 10 Tahun Penjara
Kedaluwarsa

News

Ramai Masa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 Diperpanjang, Emang Bisa?

News

Dikawal Ketat! Bharada E Menghadiri Rekonstruksi di Lokasi Pembunuhan Brigadir J
Ilustrasi - Alat pencatatan radar gempa. Foto: BMKG.go.id

News

Lampung hingga Bengkulu Digoyang Gempa, BMKG: Tak Usah Panik

News

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Enggano Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami
Tips Sahur

News

Awas! Kelebihan Nutrisi Saat Sahur Picu Penyakit Metabolik
Mudik Kalsel

News

Mudik Lebaran, Dishub Kalsel Belum Beri Lampu Hijau

News

Hyundai dan Kia Digugat karena Kendaraan Buatannya Gampang Dicuri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com