Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Google Doodle Hari Ini: Mengenang Sosok Rasuna Said, sang Singa Betina Minangkabau

- Apahabar.com     Rabu, 14 September 2022 - 11:53 WITA

Google Doodle Hari Ini: Mengenang Sosok Rasuna Said, sang Singa Betina Minangkabau

Rasuna Said dalam Google Doodle 14 September 2022 (Foto: Google)

apahabar.com, JAKARTA – Lebih dari seabad lalu, tepat di hari ini (14/9), sang ‘singa betina’ lahir ke dunia. Seorang pejuang wanita yang berhasil membuat Belanda ketar-ketir dengan pidato seumpama petir di siang hari – dialah Rasuna Said.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said, begitu nama lengkapnya, lahir pada 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Sumatra Barat. Dia berasal dari keluarga tersohor, di mana sang ayah, Muhammad Said, adalah seorang aktivis pergerakan yang cukup terpandang di kalangan masyarakat Minang.

Berpendidikan namun ‘Tak Disukai’ Orang Sekitar

Lantaran besar di keluarga bangsawan, Rasuna pun berkesempatan mengenyam pendidikan. Namun, berbeda dengan saudara-saudaranya yang bersekolah di sekolah umum Belanda, dia lebih memilih sekolah agama Islam.

Jajang Jahroni dalam Haji Rangkayo Rasuna Said: Pejuang Politik dan Penulis Pergerakan menuturkan bahwa Rasuna mengenyam pendidikan di sekolah yang tak jauh dari rumahnya, mulai tahun 1916 sampai 1921. Dua tahun setelahnya, atau pada 1923, dia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Diniyah.

Dari sinilah, Rasuna mulai bertemu dengan orang-orang yang tak menyukainya. Rahmah El Yunusiah, selaku pendiri Diniyah Putri, kalah pamor dibadingkan murid yang baru datang itu. Sebagian besar pelajar di sana menggandrungi Rasuna, bahkan sampai mengikuti pola pikirnya.

Bukannya senang, para guru Diniyah Putri malah senewen dengan kapabilitas Rasuna yang demikian. Dalihnya, mereka tak ingin Rasuna memberi contoh ‘tidak baik’ kepada murid lain. Alhasil, dibuatlah skenario sedemikian rupa guna menyingkirkan putri bangsawan itu dari Diniyah Putri.

Benar saja, Rasuna menarik diri dari sekolah pimpinan Zainuddin Labi El Yunus. Keputusan ini dibuat usai pihak sekolah sengaja membentuk panitia khusus yang diketuai tokoh cukup disegani, Inyik Bandaro.

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Relax

Mengenang Ismail Marzuki: Perwira Tanpa Senjata dalam Senandung Revolusi

Relax

Mengenang Leonardo da Vinci, Sosok di Balik Senyum Simpul Mona Lisa
Whatsapp

News

Setop Instal Whatsapp GB, Kenapa?
apahabar.com

News

Petinggi Garuda Beri Respons Kecelakaan Boeing 737-800 China Eastern

News

Gandeng Adaro, Rumah Zakat Kalsel Distribusikan Ratusan Pakat Ramadan
Agnez Mo

Relax

Keren! Patung Lilin Agnez Mo Bakal Mejeng di Madame Tussauds Singapura
kecelakaan Gambut

News

PCX Vs Scoppy di Gambut, Dua Wanita Terkapar-Luka Parah
Menag Yaqut

News

Aliansi Islam Geruduk Kemenag Kalsel: Copot Menag Yaqut hingga Revisi Aturan Pengeras Suara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com