Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Masuk Grup Neraka, Pelatih: Hasil Uji Coba Bisa Jadi Keyakinan

Hapus Rekaman Wawancara Milik Wartawan, Jabatan Bharada S Diturunkan

- Apahabar.com     Selasa, 13 September 2022 - 14:44 WITA

Hapus Rekaman Wawancara Milik Wartawan, Jabatan Bharada S Diturunkan

apahabar.com, JAKARTA – Bharada Sadam alias Bharada S divonis bersalah dalam sidang etik yang digelar oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri.

Bharada Sadam yang menjadi supir dari Irjen Ferdy Sambo disebut berperan dalam mengintimidasi dan menghapus rekaman milik wartawan.

“Bharada S telah melakukan pelanggaran Kode Etik berupa tidak menjaga citra, kredibilitas, reputasi, dan kehormatan polri di masyarakat dengan bentuk telah melakukan intimidasi dan menghapus foto / video yang ada di HP milik dua orang wartawan Detik dan CNN,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah, di Jakarta, Selasa (13/9).

Kombes Nurul menjelaskan, akibat perbuatan Bharada S tersebut, nama institusi Polri menjadi tercoreng karena sempat viral. Perbuatannya itu juga sempat dimuat di berbagai media, baik media cetak ataupun media online.

“Sehingga akibat dari perbuatan tersebut telah menjadi viral di media cetak maupun online,” ungkapnya.

Dalam persidangan tersebut, Bharada S selaku pelanggar dikenakan Sanksi Etika berupa dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Selain itu, Pelanggar juga memiliki kewajiban untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP atau secara tertulis kepada pimpinan polri dan pihak yang dirugikan.

Ada pula sanksi administratif yang dikenakan kepada Bharada S berupa mutasi yang bersifat demosi selama satu tahun.

Dalam kasus ini, Bharada S dikenakan Pas 5 ayat (1) huruf b dan Pas 5 ayat (1) huruf c Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Sidang KKEP terhadap Bharada S ini berlangsung selama hampir lima jam, yaitu sejak di hari Senin (12/9) pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.50 WIB. Sidang ini digelar di Ruang Sidang Divpropam Polri, Gedung Transnational Crime Center Mabes Polri, Jakarta.

Sidang KKEP terkait kasus Irjen Ferdy Sambo yang menembak ajudannya, Brigadir J terus berlanjut. Hingga kini, setidaknya ada puluhan personel Polri yang terseret dan lima orang di antaranya diputuskan bersalah hingga berujung Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kelima orang tersebut ialah Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Kombes Agus Nurpatria, dan AKBP Jerry Raymond Siagian.

Keempat personel tersebut, (kecuali AKBP Jerry) diketahui telah mengupayakan langkah terakhir berupa banding. (Regent) 

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Migor banjarmasin

News

Migor Selangit Banjiri Pasar di Banjarmasin, Ketua YLK Angkat Bicara

News

Menuju Pilkada Kalsel 2024, Siapa yang Pantas?
Ibu Kota Banjarmasin

News

3 Hari Berturut-turut Banjarmasin Tanpa Covid-19
Mardani H Maming

News

Tagar #LawanMafiaHukum Trending Topic Twiter, Warganet Berikan Dukungan ke Mardani H Maming

News

Ironi Holywings: Disikat Anies di Jakarta, Siap Ekspansi ke Pulau Dewata
Haji Isam

News

Mardani H Maming Akan Melawan KPK Soal Status Tersangkanya Lewat Praperadilan

News

Belanja Pegawai 2023 Jadi Rp 257,2 T, Gaji PNS Bakal Naik?

News

Pajak Terus Mengalami Kenaikan, Pemerintah Sebut untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com