Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Harga Bahan Pokok di Batola Relatif Masih Stabil, Tetapi…

- Apahabar.com     Rabu, 7 September 2022 - 15:32 WITA

Harga Bahan Pokok di Batola Relatif Masih Stabil, Tetapi…

Dermaga Pasar Marabahan dilihat dari Sungai Barito. Meski jalur darat sudah banyak terbuka, aktivitas di dermaga ini masih ramai. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Beberapa hari pascakenaikan harga pertalite, pertamax dan solar bersubsidi, banderol sejumlah bahan pokok di Barito Kuala relatif masih stabil.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopperindag) Batola, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

Itupun tidak terlalu signifikan seperti minyak goreng kemasan dan curah tanpa merek, kemudian tiga jenis bawang.

“Harga minyak goreng curah tanpa merek naik Rp500 menjadi Rp12.500 per liter,” papar Kabid Perdagangan dan Metrologi Diskopperindag Batola, Surono, Rabu (7/9).

“Sedangkan kenaikan tertinggi sebesar Rp.2000 khusus minyak goreng merek Kunci Mas, sehingga menjadi Rp25.000 per liter,” imbuhnya.

Sementara bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan hingga Rp3.000 per kilogram, setelah pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi sejak 3 September 2022.

“Berdasarkan pantauan terakhir, bawang merah seharga Rp27.000 dan bawang putih Rp22.000 per kilogram. Sedangkan bawang prei naik Rp2.000 menjadi Rp27.000 per kilogram,” beber Surono.

Di sisi lain, harga daging ayam ras ukuran sedang turun dari Rp40.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Demikian pula cabe rawit tiung yang semula seharga Rp65.000, turun menjadi Rp60.000.

“Namun demikian, lambat laun kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap bahan pokok, setidaknya dalam sepekan mendatang,” tukas Surono.

“Penyebabnya banyak pedagang yang masih menyimpan stok lama. Namun ketika stok habis dan terjadi peningkatan harga di tingkat distributor, mau tidak mau harga pasaran akan meningkat,” tambahnya.

Lantas agar situasi pasar tidak tergoncang drastis, Diskopperindag Batola bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan akan menggelar operasi pasar.

“Adapun operasi pasar di Batola dijadwalkan 6 Oktober 2022. Lokasi akan ditentukan kemudian sesuai kondisi harga,” jelas Surono.

Selain bahan pokok harian, kebutuhan penting lain seperti semen mulai bergerak naik.

Semen Gresik 50 kilogram naik Rp3.000 menjadi Rp78.000. Sedangkan semen Tiga Roda 40 kilogram melesat dari Rp58.000 menjadi Rp63.000.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Korupsi Banjar

Hot Borneo

Skandal Korupsi di Bawaslu Banjar: Bendahara Terpedaya Investasi, Lalu Tekor

Hot Borneo

Penyesalan Selebgram Pembikin Story IG Korban Kecelakaan di Ambulans: Maaf, Kebiasaan!
Jumat Kelabu

Hot Borneo

Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin

Hot Borneo

Jembatan Paringin Ditutup Total, Ruas Tanjung-Amuntai Lengang

Hot Borneo

Berkeras Tolak Revitalisasi, Warga Pasar Batuah Kecewa dengan Ibnu Sina
KPK

Hot Borneo

KPK Absen Sidang Praperadilan Mardani Maming, BW: Alasannya Tak Rasional!
Kapal Tanah Laut

Hot Borneo

Kapal Diamuk Massa di Tanah Laut, Gus Hanies Angkat Bicara
Abdul Wahid

Hot Borneo

KPK Temukan Duit Setengah Miliar Mengendap di Rekening, Wahid: Dana dari Golkar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com