Rodney Goncalves; Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama

Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Jadi Rp10.000, Solar Rp6.800

- Apahabar.com     Sabtu, 3 September 2022 - 14:54 WITA

Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Jadi Rp10.000, Solar Rp6.800

Harga BBM resmi naik. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni pertalite dan solar.

Jokowi mengatakan hal ini terkait dengan peningkatan subsidi dari APBN.

“Yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini dapat subsidi mengalami penyesuaian,” kata dia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Pertalite naik menjadi Rp10.000 dan Solar menjadi Rp6.800

Subsidi 2022 telah 3 kali meningkat  dari Rp105 triliun menjadi Rp502 triliun dan akan meningkat terus,” kata Presiden, kutip CNNIndonesia.com.

Sinyal kenaikan harga BBM subsidi sudah bergema sejak beberapa pekan terakhir karena proyeksi kuota APBN 2022 jebol akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan secara terang-terangan menyatakan harga BBM jenis pertalite dan solar subsidi akan naik dalam waktu dekat. Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga pertalite dan solar subsidi pada minggu kemarin.

“Mungkin minggu depan (minggu ini) presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM) ini,” ucap Luhut dalam kuliah umum di Universitas Hasanudin, Jumat (18/7) lalu.

Namun, sampai dengan akhir pekan kemarin, kenaikan belum juga dilakukan.

Padahal, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan subsidi energi bisa membengkak Rp198 triliun menjadi Rp700 triliun jika harga pertalite dan solar tak naik.

Tekanan pada harga BBM terjadi karena harga minyak mentah dunia melonjak setelah perang Rusia-Ukraina. Akibat lonjakan itu, belanja subsidi BBM dan kompensasi energi melesat dari Rp170 triliun menjadi Rp502 triliun.

Jokowi berdalih belum mengambil keputusan apapun terkait kenaikan harga pertalite dan solar karena masih berhati-hati. Pasalnya, kedua jenis BBM tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.

Ia ingin keputusan diambil secara berhati-hati supaya tidak berdampak besar ke lonjakan inflasi, penurunan daya beli masyarakat dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Perintahkan Tindak Mafia Migor, Jokowi: Saya Tak Mau Ada yang Main-Main
Presiden Jokowi

News

Pilpres 2024, Presiden Jokowi Minta Relawan Tak Buru-Buru Tentukan Dukungan
Vaksin Dosis Ketiga Indonesia

News

Kabar Baik, Puluhan Juta Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapat Vaksin Dosis Ketiga

News

Kapal Tanker Pertamina Dicegat Aktivis Greenpeace, Pemerintah Belum Ambil Sikap
Kim Jong Un

News

Korut Nih Bos! Kim Jong Un Penjarakan Pejabat Lalai Tangani Covid-19
Habib Banua

News

Janggal Skandal BLBI, Habib Banua: Pansus Dalami Dugaan Rekayasa Aset BCA
Brigadir J

News

Akhirnya Autopsi Brigadir J Selesai, Hasil Segera Diumumkan!
Covid-19

News

Covid-19 Belum Berakhir, Moeldoko: Ojo Kesusu Lepas Masker!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com