Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Harga Karet Lump Terus Anjlok, Petani di Tabalong Mulai Resah

- Apahabar.com     Kamis, 1 September 2022 - 18:56 WITA

Harga Karet Lump Terus Anjlok, Petani di Tabalong Mulai Resah

Tak hanya petani, pengepul karet lump di Tabalong juga dibayangi kerugian di tengah penurunan harga. Foto: apahabar.com/Muhammad Al-Amin

apahabar.com, TANJUNG – Sempat berbanderol Rp10 sampai Rp11 ribu per kilogram selama sekitar enam bulan terakhir, akhirnya harga karet lump di Tabalong anjlok lagi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kalangan pengepul, Kamis (1/9), harga karet hanya sekitar Rp8 ribu per kilogram.

Sontak penurunan tersebut membuat petani karet mulai resah. Terlebih situasi ini berbarengan dengan penurunan produksi karet di kebun.

Di sisi lain, cuaca yang sering hujan dalam beberapa pekan terakhir, ikut membuat petani semakin jarang menyadap karet mereka.

“Sepekan lalu masih seharga Rp8.700 hingga Rp9.000 per kilogram. Namun sekarang semakin turun sampai Rp8.000 per kilogram,” papar Imis, salah seorang petani karet di Desa Padangin, Kecamatan Muara Harus, Kamis (1/9).

“Kalau sebelumnya saya mendapatkan penghasilan sekitar Rp400 ribu per minggu, sekarang mungkin hanya sekitar Rp150 ribu,” tambahnya.

Ironisnya penurunan harga karet berbanding terbalik dengan banderol sejumlah bahan pokok. Salah satunya harga beras yang cenderung meningkat.

“Tentu kami tidak ingin hasil menyadap karet tidak lagi mencukupi untuk membeli kebutuhan pokok,” tambah petani lain bernama Usu.

“Kami sama-sama berdoa semoga harga karet tidak terus anjlok, sehingga pasar-pasar kembali ramai dikunjungi warga,” tambahnya.

Sementara Ulis yang merupakan salah seorang pengepul karet lump di Tabalong, membenarkan kalau harga mulai turun sejak Juli 2022.

“Penurunan harga sekitar Rp 2.000 per kilogram. Kalau sebelumnya dibeli seharga Rp8.500, tapi sekarang saya hanya berani Rp8.000,” beber Ulis.

Bahkan menurut informasi dari pembeli di Banjarmasin yang diterima Ulis, harga karet akan terus turun. Ini terimbas harga karet dunia yang memang anjlok.

“Untuk sementara pasaran harga karet di Banjarmasin sekitar Rp10.450 ribu,” jelas Ulis yang biasanya membeli karet warga di wilayah Bajut, Tanta, Mangkusip, Padangin dan Muara Harus.

“Namun kalau kami telat mengirim, dikhawatirkan harga akan turun terus. Sudah pasti kami yang merugi,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Demo Kantor DPRD Kapuas

Hot Borneo

Ratusan Massa Geruduk Kantor DPRD Kapuas Desak Pembangunan Jalan Wilayah Hulu
Buaya Muara Pagatan

Hot Borneo

Damkar Kusan Hilir Evakuasi Buaya Sepanjang 2 Meter di Muara Pagatan
pencabulan

Hot Borneo

Bejat! Empat Pria Dewasa Cabuli Anak di Bawah Umur, Salah Satu Pelaku Ayah Kandung Korban

Hot Borneo

Tertangkap Basah Curi Motor, Pemuda Balangan Digiring ke Polres Tabalong
Pemkot Banjarmasin berjanji akan lebih memperhatikan nasib orang dengan HIV dan AIDS di Kota Seribu Sungai. Foto-Dok apahabar

Hot Borneo

Doyan Gonta-Ganti Pasangan, Puluhan Warga Banjarmasin Terinfeksi HIV
Ekskavator

Hot Borneo

Ekskavator di Gunung Titi HST, Polisi Bantah Ada Tambang Ilegal!
Jalan Nasional di Balangan longsor

Hot Borneo

Jalan Rusak Melulu, Revisi Perda Nomor 3/2012 atau Bangun Tol Tanjung-Banjarmasin
Subhan

Hot Borneo

Setelah Sepekan Kematian Subhan Tersangka Narkoba Polresta Banjarmasin…
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com