Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Masuk Grup Neraka, Pelatih: Hasil Uji Coba Bisa Jadi Keyakinan PSAI Minta Dukungan untuk Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia yang Berlaga di Piala Dunia 2022 Viral Video Dugaan Perampasan Oleh Emak-emak di Banjarmasin, Simak Pengakuan Si Perempuan Berhijab

Transisi Pemilu 2019 ke 2024, Survei SMRC Temukan 2 Parpol Ini Memiliki Pemilih Loyal

- Apahabar.com     Jumat, 2 September 2022 - 17:45 WITA

Transisi Pemilu 2019 ke 2024, Survei SMRC Temukan 2 Parpol Ini Memiliki Pemilih Loyal

Pendiri SMRC, Saiful Mujani. Foto: Law-justice.co

apahabar.com, JAKARTA – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan berdasarkan hasil survei opini publik, peralihan suara partai di Pemilu 2019 ke Pemilu 2024 menunjukan partai PDIP dan Demokrat cenderung relatif stabil.

Hal tersebut diketahui berdasarkan survei nasional yang dilakukan Mei 2022, untuk mengetahui pemilih di Pemilu 2019 yang loyal atau tidak untuk Pemilu 2024 nanti.

Hasilnya, survei pemilih di Pemilu 2019 menunjukan akan kembali memilih PDIP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 73,9 persen. Adapun Partai Demokrat memiliki selisih tipis sebesar dengan PDIP yakni sebesar 73,6 persen.

“Yang kembali mengatakan akan memilih PDI Perjuangan itu 73,9 persen, sisanya itu berarti apakah itu tidak loyal? Belum tentu. Untuk kasus PDI Perjuangan itu tidak ada angka signifikan,” terang Saiful melalui siaran daring, Kamis (2/9/2022)

Saiful memaparkan meski pemilih PDIP memiliki kecenderungan loyal, namun ada 2,7 persen pemilih PDIP akan berpindah ke Partai Golkar. Namun, angka tersebut dinilainnya tidak signifikan karena menurutnya memiliki margin of error sebesar 3 persen.

“PDI Perjuangan ini muncul wait and see ada sekitar 16,7 persen kita nanti lihat dibandingkan dengan partai yang lain jadi PDI Perjuangan relatif pemilihnya stabil,” kata Saiful.

Menurutnya pada kondisi ini apabila PDIP bisa merebut atau menampung pemilih dari partai lain, maka PDIP memilki suara yang potensial akan naik. Karena yang menunjukan akan pindah ke partai lain sangat sedikit serta tidak signifikan, dan yang menunjukan tidak tahu/tidak jawab atau wait and see juga relatif normal dibandingkan dengan partai lain.

Selanjutnya, partai lain yang menunjukan pemilih loyak dengan grafik stabil adalah Partai Demokrat, yakni menyentuh angka 73,6 persen pemilih Demokrat 2019 yang menyatakan akan kembali memilih Demokrat pada pemilu 2024.

“Pemilih Demokrat juga relatif cukup stabil, di 73,6 persen yang pikir-pikir sedikit sekali 7,7 persen. Cuma yang akan mengancam dia adalah PDIP dan Gerindra, bukan PKS Partai Keadilan Sejahtera, itu menarik. Jadi dia akan perangnya dengan PDIP dan Gerindra itu satu warna memang pada dasarnya terutama dengan Gerindra,” papar Saiful.

Reporter: Resti

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wakapolri

News

Wakapolri Pimpin Langsung Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob Polri

News

Kojek Rap dan Pelestarian Budaya dengan Konsep Digital

News

OJK Dorong Perputaran Ekonomi Melalui UMKM di Daerah

News

Kunker 3 Negara, Presiden Jokowi Tiba di Tokyo
Mafia

News

Waduh, Harga Minyak Goreng di Kendari Tembus Rp70 Ribu
Kakek Sarijan

News

Sabu Bawah Tempat Tidur, Buruh Harian Diciduk di Banjarbaru

News

Dukung Industri Makanan dan Minuman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
PWI

News

Akhir Juli,  PWI Kalsel Gelar Komferprov
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com