Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi, Korea Selatan Denda Google dan Meta

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan (PIPC) telah menjatuhkan denda gabungan kepada Google dan Meta Platform...
- Apahabar.com     Kamis, 15 September 2022 - 13:01 WITA

Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi, Korea Selatan Denda Google dan Meta

Ilustrasi - Meta dan Google. Foto-Reuters/Dado Ruvic

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan (PIPC) telah menjatuhkan denda gabungan kepada Google dan Meta Platform.

Denda gabungan yang dikenakan PIPC Korea Selatan ke dua raksasa teknologi dunia itu sebesar 100 miliar won (71,9 juta dolar AS)

Menurut laporan Yonhap seperti dilansir Antara, denda tersebut dilayangkan karena kedua perusahaan dianggap mengumpulkan informasi pribadi tanpa persetujuan pengguna dan menggunakannya untuk iklan online yang dipersonalisasi dan tujuan lainnya.

Dalam rapat umum, komisi menyetujui denda masing-masing sebesar 69,2 miliar won untuk Google dan 30,8 miliar won untuk Meta, dalam hukuman pertama komisi yang diberikan atas pengumpulan data iklan yang dipersonalisasi.

Denda menandai jumlah tertinggi yang pernah dikenakan untuk dugaan pelanggaran undang-undang perlindungan informasi pribadi.

PIPC Korea Selatan juga memerintahkan agar Google dan Meta menginformasikan pengguna mereka dengan jelas dan sederhana, serta mendapatkan persetujuan pengguna, jika mereka ingin mengumpulkan atau menggunakan data perilaku pengguna di situs web atau aplikasi di luar platform mereka sendiri.

Pengawas mengatakan penyelidikannya mengkonfirmasi bahwa Google dan Meta tidak memberi tahu dengan jelas atau mendapat persetujuan sebelumnya dari pengguna ketika mereka mengumpulkan atau menganalisis data tersebut untuk memperkirakan minat pribadi mereka dan menggunakan informasi itu untuk menyediakan iklan yang dipersonalisasi.

Google telah meminta pengguna Korea Selatan memberikan persetujuan mereka tanpa sepengetahuan untuk pengumpulan data tersebut dengan pengaturan default setidaknya sejak 2016. Sementara Meta, belum memberi tahu atau mendapat persetujuan dari pengguna sejak 2018, menurut pengawas.

Akibatnya, lebih dari 82 persen pengguna Google dan lebih dari 98 persen pengguna Meta di Korea Selatan memiliki data perilaku pengguna mereka di platform di luar Google dan Meta terpapar pada pengumpulan data ilegal mereka, kata PIPC.

Baik Google dan Meta menyatakan penyesalannya atas keputusan regulasi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Google menyuarakan “penyesalan mendalam” tak lama setelah pengumuman oleh PIPC, menambahkan pihaknya akan terus berbicara dengan komisi untuk perlindungan privasi pengguna di Korea.

Seorang pejabat Meta mengatakan perusahaan tidak dapat menyetujui keputusan PIPC dan akan meninjau semua kemungkinan, termasuk pertarungan hukum, menambahkan bahwa perusahaan telah mematuhi hukum yang berlaku.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Minyak curah

News

KPPU Pelototi Harga Minyak Curah di Kota Balikpapan

News

Kapolri Tak Pernah Beri Alasan Pembubaran Satgassus, Mana Pertanggungjawaban?
KPK

News

Sudrajad Dimyati Bersama Deretan Pejabat MA yang Ditangkap KPK

News

Dari Skandal Risti, Pegadaian Barabai Perkuat Sistem Keamanan
Ekspor Batu Bara

News

Stok Batu Bara PLN Dipastikan Aman, Segera Bentuk BLU!
Pencurian

News

Ayah di Banjarbaru Tega Jerumuskan Anak ke Lubang Hitam Kejahatan  

News

Polri Respons Jokowi soal Kasus Brigadir J: Kalau Selesai Disampaikan

News

Imbauan Tak Efektif, Kemenkes Dorong Cukai Minuman Berpemanis 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com