Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Kasus Suap Rektor Unila, KPK Periksa Dasar Hukum hingga Prosedur Masuk Mahasiswa Baru

- Apahabar.com     Sabtu, 10 September 2022 - 14:19 WITA

Kasus Suap Rektor Unila, KPK Periksa Dasar Hukum hingga Prosedur Masuk Mahasiswa Baru

Petugas KPK saat membawa Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani (tengah) selaku tersangka kasus suap penerimaan mahasiswa baru. Foto-ANTARA

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menelisik dasar hukum hingga prosedur penerimaan mahasiswa baru yang berujung suap di Universitas Lampung (Unila).

Berdasarkan keterangan, penyidik akan menggali pemeriksaan ke saksi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen dikti Ristek) Tjitjik Srie Tjahjandarie.

“Dikonfirmasi pengetahuan saksi antara lain soal dasar hukum,prinsip-prisip dan makanisme serta prosedur dalam penerimaan mahasiswa baru,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, seperti dilansir suara.com, Sabtu (10/9).

Dalam perkembangan kasus yang menjerat Rektor Unila periode 2020-2024, Karomani (KRM), KPK sudah melakukan proses dengan menggeledah ruang Rektor Unila hingga gedung sejumlah fakultas termasuk rumah tersangka. Dari penggeledehan tersebut disita sejumlah dokumen hingga alat eletronik dan sejumlah uang tunai.

Selain Karomani, KPK turut menetapkan tiga tersangka lainnya yakni Rektor Unila Karomani (KRM), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi (HY), dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri (MB). Selain itu, juga pemberi dari pihak swasta, Andi Desfiandi (AD).

KPK menyebut Karomani diduga mematok uang kepada mahasiswa baru yang ingin masuk melalui jalur mandiri mencapai ratusan juta.

“Nominal jumlahnya bervariasi kisaran minimal Rp 100 juta sampai Rp 350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pelat

News

Pelat Putih Berlaku Juni, Polda Metro Tunggu Instruksi Korlantas
Jerinx

News

Sudah Minta Maaf, Jerinx SID Tetap Divonis Penjara
Mg x muklay

News

Curi Perhatian Kaum Muda, Kolaborasi MG x Muklay Lahirkan Sedan 5 GT Edisi Spesial
Pangeran banjar

News

Pangeran Puji Gerak Cepat Kejaksaan Setop Kasus Nurhayati
Petasan Banjarmasin

News

Banjarmasin Batasi Aktivitas Masyarakat Saat Ramadan, Petasan pun Dilarang
PTM Terbatas

News

Jelang PTM Terbatas, Dosen Hingga Mahasiswa Uniska Banjarmasin Ikut Vaksinasi Booster
EV test track

News

Arena Test Kendaraan Listrik di GIIAS 2022 Dijejali Pengunjung, Ada Apa?
Minyak Kalsel

News

Legislator: Masyarakat Desa di Kalsel Tak Masalahkan Harga Minyak Goreng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com