Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Terkait Anak Usaha BUMN Senilai Rp80 Miliar

indak pidana korupsi dalam pembelian bidang tanah oleh PT Adhi Persada Realti. kerugian sebesar Rp 86,3 Miliar. 
- Apahabar.com     Kamis, 22 September 2022 - 23:29 WITA

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Terkait Anak Usaha BUMN Senilai Rp80 Miliar

apahabar.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung  menetapkan lima orang tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pembelian bidang tanah oleh PT Adhi Persada Realti. Akibatnya Negara mengalami kerugian sebesar Rp86,3 Miliar.

Direktur penyidikan (Dirdik) Kejagung Kuntadi menyebutkan Lima orang tersangka dugaan korupsi tanah di Depok. “Mereka FF, SU, VSH, ARS, dan NFH,” dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (22/9).

Lebih jauh, Kuntadi memeberkan jumlah uang negara yang dirugikan akibat kasus dugaan korupsi PT APR itu.

“Negara dirugikan sebesar Rp86,3 miliar, dengan rincian pembelian tanah sebesar Rp60,2 miliar dan operasional sebesar Rp26 miliar,” bebernya.

Jadi secara Secara umum Kuntadi mengatakan pihaknya menjatuhkan pasal 2 pasal 3 UU antikorupsi dugaan tindak pidana korupsi.

PT Adhi Persada Realti merupakan anak perusahaan dari BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang bergerak dalam bidang Pembangunan Properti, Perdagangan dan Jasa.

Diketahui, PT APR ada tanpa kajian dan melanggar SOP telah melakukan pembelian tanah di Jalan Raya Limo-cinere Kelurahan Limo Kecamatan Limo Kota Depok seharga Rp60,2 miliar.

Pembelian dilakukan, melalui PT Cahaya Inti Cemerlang yang seolah-olah telah memiliki tanah tersebut.

Nyatanya tanah tersebut sama sekali bukan merupakan milik PT Cahaya Inti Cemerlang dan sama sekali tidak dikuasai oleh PT Cahaya Inti Cemerlang.

Kuntadi mengatakan bahwa kelima tersangka diduga membeli tanah seluas 20 hektar/ 200.000 meter persegi.

Namun pada kenyataannya yang diperoleh hanya 1,2 hektar atau 12.595 meter persegi dan tidak mempunyai akses jalan.

Dalam perkara ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 73 (tujuh puluh tiga) orang saksi, dan Ahli Pertanahan serta Ahli Keuangan Negara.

“Telah dilakukan juga penggeledahan terhadap rumah Direksi PT APR, rumah Direksi PT CIC & rumah notaris serta kantor notaris,” ungkapnya.

Selain itu, juga dilakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pembelian tanah dari PT APR kepada PT CIC dan rekening-rekening koran pihak terkait yang sedang proses permohonan penetapan izin penyitaan di Pengadilan Negeri yang berwenang.

 

 

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Bahan Bakar Fosil Dinilai Penting, Menteri ESDM: Perlu Proses Transisi Energi yang Terukur
Penembakan

News

Usai Bharada E Jadi Tersangka, Timsus Polri Bidik Pelaku Lain
Jkw BPKP

News

Atensi Jokowi ke BPKP: Kawal Tuntas Belanja APBN & APBD untuk Produk Lokal

News

Pelaku UMK Masih Bingung Daftar Izin Edar Pangan? Ini Prosedur Pendaftaran dari BPOM
Kecelakaan

News

Pasutri Banjarmasin Tewas Tabrak Truk di Jalan Soebardjo, Polisi Bakal Gelar Perkara
HUT HIPMI ke-50

News

Jelang HUT HIPMI ke-50, 3.500 Pengusaha Muda Se-Indonesia Bakal Serbu JCC
MotoGP Mandalika

News

Gerindra Sebut Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan
Cuaca Kalsel

News

Cuaca Pagi Ini, BMKG: Kalsel Hujan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com