Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

Komisi VII DPR RI Ungkap Persoalan Iklim Investasi Migas Dalam Negeri

Persyaratan investasi yang rumit beserta pergeseran pola investasi dari migas ke EBT disinyalir menjadi persoalan iklim investasi migas.
- Apahabar.com     Jumat, 23 September 2022 - 00:04 WITA

Komisi VII DPR RI Ungkap Persoalan Iklim Investasi Migas Dalam Negeri

Wakil Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Maman Abdurahman. Foto: dpr.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Maman Abdurahman mengatakan saat ini sektor migas di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan seperti di antaranya pergeseran industri migas ke sektor energi terbarukan. Selain itu, masih ditemukan rumitnya persyaratan dari birokrasi.

“Kurang lebih ada 140 perizinan yang harus dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan migas yang hendak berinvestasi dalam negeri,” ucanya dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Kamis (22/9).

Maman mengatakan peningkatan produksi migas tetap perlu dilakukan meski tengah terjadi tren transisi energi. Sebab, kebutuhan energi baru terbarukan (EBT) masih belum mampu mencukupi kebutuhan energi dalam negeri.

Karena itu, kata Maman, migas masih memainkan peranan sentral dalam pemenuhan kebutuhan energi. Salah satunya dapat dimulai dengan penyederhanaan perizinan serta percepatan pengesahan UU Migas yang berperan penting dalam memperbaiki iklim investasi migas di Indonesia

“Draf RUU Migas sudah final. Sekarang berada di Komisi VII dan kami dorong ke Baleg,” katanya

Maman menambahkan, proses percepatan UU Migas terus bergulir. Ia menyebutkan, Komisi VII dan Badan Keahlian DPR RI telah menyusun naskah akademik yang akan segera dipresentasikan.

“Selanjutnya, naskah tersebut akan masuk ke tahap pembahasan dengan semua fraksi untuk kemudian dilanjutkan ke proses harmonisas,” jelasnya.

Investasi Migas di Mata Investor Asing

Selaras dengan Maman, Presiden Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) Gary Selbie mengatakan Indonesia masih menarik di mata investor karena besarnya potensi industri migas yang dimiliki. Ia manyatakan ada sejumlah hal yang harus dibenahi oleh para stakeholder industri migas dalam negeri.

Berdasarkan aspek kebijakan, kata Gary, pemerintah perlu menerbitkan sejumlah kebijakan mengenai roadmap transisi energi, menciptakan stabilitas hukum, dan menyesuaikan keekonomian proyek migas.

Sementara itu dari aspek investasi, hal yang dibutuhkan investor migas di antaranya seperti perbaikan fiskal, peningkatan eksplorasi, serta pergeseran investasi ke energi baru terbarukan (EBT).

“Sementara di bidang teknis, hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas pendataan sektor migas serta penyediaan infrastruktur di lokasi dengan potensi sumber daya migas yang besar,” tutupnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Ganjar Dorong Stimulus Potensi Energi Terbarukan di Jawa Tengah
OLX Autos

News

GIIAS 2022: Jual Mobil Dimudahkan Inspeksi Gratis dari OLX Autos

News

Viral Video Pemuda Baku Hantam di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru
Basis mobil raffi ahmad dan selebriti lain di imx 2022

News

Terungkap! Basis Mobil dan Konsep Modifikasi Raffi Ahmad dan 4 Selebriti Lain di IMX 2022
SMP Almazaya

News

Di Turki, Siswa SMP Almazaya Tempa Kemampuan Bahasa Asing

News

Pelaku Wisata Alami Kesulitan Mendapatkan Solar Usai Harga BBM Subsidi Mengalami Kenaikan

News

Usai Libur Lebaran, 150 Ribu Warga Pendatang Baru Diprediksi Masuk Jakarta
Vaksinasi

News

Berhadiah Minyak Goreng, Ratusan Warga Ikut Vaksinasi Polsek Simpang Empat Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com