Viral Keributan Suporter Futsal Antar Pelajar di Banjarbaru, Polisi Turun Tangan Rodney Goncalves; Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan

Komnas Perlindungan Anak Desak Siswa Korban Selamat Kecelakaan Diberikan Pendampingan Psikologis

- Apahabar.com     Jumat, 2 September 2022 - 23:24 WITA

Komnas Perlindungan Anak Desak Siswa Korban Selamat Kecelakaan Diberikan Pendampingan Psikologis

Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Foto: Nusakini.co.id

apahabar.com, Jakarta – Sejumlah tujuh siswa SD menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jabar pada Rabu (31/8/2022). Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menilai, kejadian tersebut harus menjadi peringatan keras bagi Pemkot Bekasi.

Retno mengungkapkan seharusnya Pemkot Bekasi harus bisa menjamin anak-anak sekolah itu aman bukan hanya di dalam, melainkan di luar lingkungan sekolah. Jika posisi sekolahnya berada di pinggir jalan raya dengan intensitas lalu lintas tinggi, maka sudah sepatutnya Pemkot Bekasi mempertimbangkan indikator kota layak anak.

“Jadi begini, artinya ada satu catatannya kotanya menjadi tidak layak anak karena salah satu indikator kota layak anak itu adalah indikator ke-19 yakni sekolah ramah anak,” kata Retno saat dihubungi apahabar.com, Jumat  (2/9/2022).

Menurut Retno, para siswa tersebut perlu mendapatkan pendampingan psikologis setelah melihat kejadian tragis tersebut. Khususnya, kepada siswa yang selamat dan melihat kejadian teman-temannya saat ditabrak truk.

“Anak-anak tersebut berhak mendapatkan pemulihan psikologi,” ujar Retno

Selain itu, KPAI juga mendorong perusahaan transportasi dari truk penabrak untuk bertanggungjawab terhadap rehabilitasi psikologi, rehabilitasi kesehatan fisik. Dirinya juga mendorong pemberian santunan bagi keluarga korban sebagai bentuk tanggungjawab.

KPAI, kata Retno, mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kecelakaan maut ini agar pelaku  diproses hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Apakah karena mesin atau rem, karena kelalaian ataukah karena kesengajaan. Supir juga harus diperiksa urinenya untuk memastikan bahwa supir yang bersangkutan mengemudi dalam keadaan sehat atau tidak,” kata Retno.

Seperti diketahui, kecelakaan itu terjadi di depan SD Negeri Kota Baru II dan III, Kelurahan Kali Baru Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Akibatnya, 10 orang tewas dan 23 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

Reporter: Dian Finka

 

 

 

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hepatitis

News

Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa Versi Kemenkes
Sapi Kurban

News

Ancam Penerbangan, Polisi Tembak Mati Sapi Kurban Ngamuk di Soetta
IKN

News

Koordinasi Dengan Kejagung, Kepala Otorita IKN Bahas Tiga Aspek Datangkan Investor
Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kabareskrim Komjen Agus Adrianto transparan

News

IPW Desak Kabareskrim Usut Keterlibatan Polisi dalam Kasus Pemerasan Proyek Banyuasin
Ilustrasi. Foto-Net.

News

Soal Taiwan, China Peringatkan AS Agar Tak Ikut Campur
Habib Bahar Bin Smith

News

Tok! Habib Bahar Bin Smith Divonis 6 Bulan Penjara

News

Dukung Perubahan Iklim, PSI Apresiasi Pendaftaran Parpol melalui Sipol
Migor Tabalong

News

Mendag Pastikan Harga Minyak Goreng dan Gula Normal saat Ramadan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com