Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Korban Ayah Kandung Cabul di Banjarbaru Baru Dapat Pendampingan Psikologis Hari Ini

Korban pelecehan oleh ayah kandung di Banjarbaru baru mendapatkan pendampingan psikologis, Kamis (1/9) hari ini.
- Apahabar.com     Kamis, 1 September 2022 - 15:22 WITA

Korban Ayah Kandung Cabul di Banjarbaru Baru Dapat Pendampingan Psikologis Hari Ini

Ilustrasi pelecehan seksual kepada anak. Foto-Istimewa

apahanar.com, BANJARBARU – Korban pelecehan oleh ayah kandung di Banjarbaru baru mendapatkan pendampingan psikologis, Kamis (1/9) hari ini.

Pendampingan psikologis terhadap korban dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPMP2A) Banjarbaru.

Kabid PPPA pada DP2KBPMP2A Kota Banjarbaru, Siti Masliani mengatakan bahwa pendampingan psikologis baru bisa direalisasikan hari ini karena sebelumnya, korban merupakan anak di bawah umur masih berhalangan.

Namun untuk pendampingan dari PPPA sendiri katanya sudah diberikan sejak laporan pelecehan seksual diterima Polsek Liang Anggang.

“Kita bantu untuk keperluan visum, kita dampingi langsung ke rumah sakit, pihak Polsek dan Dinas juga mendampingi. Kemudian kita juga mendampingi pada saat pemeriksaan,” ujar Masliani kepada apahabar.com.

Lantas, berapa lama korban akan menjalani pengobatan psikologis?

Masliani bilang, untuk lama pengobatan tergantung dari mental atau kondisi si korban.

“Tergantung tingkat traumanya si anak, biasa yang kami tangani, dua hingga tiga kali pendampingan psikologis,” ungkapnya.

Namun lanjutnya tak menutup kemungkinan bisa lebih dari itu. Sebab, semua tergantung tingkat traumatis korban.

“Jika dia memiliki kondisi mental yang stabil akan cepat, namun jika tidak stabil bisa berkali-kali,” terangnya.

Jika pengobatan dianggap selesai tetapi menurut orang tua atau keluarganya, korban masih ada rasa takut, malu, dan sebagainya, maka PPPA siap untuk dipanggil kembali.

Untuk diketahui, kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan di bawah umur ini membuat heboh warga Banjarbaru.

Bagaimana tidak, pelaku ialah ayah kandungnya sendiri. Kejadian pelecehan tersebut terjadi di kamar korban pada Rabu (24/8) lalu.

Kasus pelecehan ini kemudian dilaporkan ibu korban ke Polsek Liang Anggang. Dan sang ayah berhasil diamankan pada Jumat (26/8).

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Guru Ngaji

Hot Borneo

Bejat! Oknum Guru Ngaji Diduga Cabuli 3 Bocah SD di Palangka Raya
Curanmor

Hot Borneo

Curanmor! Pria Palangka Raya Diringkus Polisi di Kapuas
Sabu Sejoli Gambut

Hot Borneo

Miliki 5,84 Gram Sabu, Sejoli Gambut Dibekuk di Banjarbaru
Tabrak Lari

Hot Borneo

Tabrak Lari, Pemotor Wanita Terkapar-Dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin
Jembatan Paringin

Hot Borneo

Hore! Jembatan Paringin Diaspal Besok, Pemotor Bisa Melintas?

Hot Borneo

Hujan Petir Intip Aktivitas Siang Warga Kalsel
Pelayanan Hemodialisis RSUD Daha Sejahtera

Hot Borneo

Bupati HSS Resmikan Pelayanan Hemodialisis RSUD Daha Sejahtera
Al Mazaya Islamic School

Hot Borneo

Masya Allah… 5 Lulusan Al Mazaya Islamic School Hafal 30 Juz Alquran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com