Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao

Melalui PT Pos Indonesia, Pemerintah Salurkan BLT BBM di Daerah Terpencil

- Apahabar.com     Kamis, 8 September 2022 - 17:07 WITA

Melalui PT Pos Indonesia, Pemerintah Salurkan BLT BBM di Daerah Terpencil

Sekjen Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat.

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah melalui PT. Pos Indonesia akan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) di daerah terpencil.

PT. POS Indonesia akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara langsung ke tempat tinggal penerima manfaat.

Warga di daerah terpencil diketahui masih sedikit yang memiliki KTP atau tercatat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat mengatakan, warga di daerah terpencil yang memiliki KTP sedikit.

Sedikitnya warga yang memiliki KTP di daerah terpencil itu, tidak memungkinkan bansos disalurkan melalui mekanisme perbankan.

Mekanisme yang dilakukan adalah penyaluran oleh PT. Pos Indonesia, untuk di wilayah 3T (Terpencil, Terluar dan Terdalam).

Penyaluran tersebut dilaporkan kepada Bapak Presiden pada saat penyaluran sembako di triwulan pertama.

Kinerja PT. Pos dalam penyaluran Bansos, dapat dilihat juga dari penyaluran BLT minyak goreng yang termasuk realisasinya tinggi.

“Realisasi tinggi tersebut menunjukkan kinerja pos bisa melaksanakan tugas negara untuk menyalurkan Bansos termasuk nanti BLT BBM,” ujar Harry Hikmat dalam acara konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Kamis (8/9).

Proses penyaluran juga akan melibatkan pengawasan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pengawasan itu untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Selain itu, Harry sapaannya mengatakan perlu diperhatikan juga masalah transportasi penyaluran bantuan masyarakat di daerah terpencil.

“Misalkan dapat terima (BLT) Rp 200.000 sementara transportnya juga udah Rp 100.000 pulang hanya bawa Rp100.000. Jadi ini yang betul-betul kita hindarkan,” kata Harry.

Ia menyampaikan bahwa penyaluran PT. Pos akan diatur untuk memastikan dana sampai ke rumah-rumah penerima manfaat.

Penerima yang berhalangan hadir karena disabilitas atau sakit juga akan bisa menerima bantuan di rumah rumah.

Pemerintah daerah (Pemda) saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data penduduk masing-masing.

Verifikasi tersebut dilakukan dengan pendampingan dari Kementerian Sosial.

“Sudah 33,8 juta ya diperbaiki oleh daerah. Dan ada 16,4 juta yang usulan baru. Dan 3,6 juta yang tidak layak mendapatkan bansos,” kata Harry. (Gabid)

Editor: M Subhan Saka - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wabah Cacar Monyet

News

Wabah Cacar Monyet, WHO Yakini Tak Akan Jadi Pandemi

News

Antrean Solar di Balikpapan, SPBU Km 13 Siap Dioperasikan
SC Munas HIPMI

News

HIPMI Tetapkan Tiga Bakal Calon Ketua Umum Hasil Verifikasi

News

Pemerintah Serap Rp7,8 Triliun dari Lelang Surat Berharga
Kalsel

News

Cuaca Hari Ini: Pesisir-Hulu Sungai Kalsel Hujan
Air

News

Hari Air Sedunia 2022 di Banjarmasin, KM FISIP ULM Ajak Masyarakat Pelihara Sungai
Jemaah Haji

News

11 Juni, Jemaah Haji Banjar Mulai Diberangkatkan
bjorka

News

Presiden Indonesia Jadi Target Hacker Bjorka Selanjutnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com